MEDAN, pelitaharian.id — Aliansi Mahasiswa Sumatera Utara Bersatu (AMSUB) kembali menyerukan gerakan mahasiswa melalui aksi unjuk rasa pada Selasa, 10 November 2026, bertepatan dengan momentum peringatan Hari Pahlawan. Mengangkat tajuk “Sumatera Utara Tidak Diam!”, aksi tersebut dijadwalkan berlangsung mulai pukul 14.00 WIB hingga selesai dengan titik konsentrasi di Lapangan Merdeka dan DPRD Provinsi Sumatera Utara.
Aksi ini menjadi kelanjutan dari konsolidasi AMSUB setelah sebelumnya menggelar diskusi publik sekaligus deklarasi aktivasi ulang aliansi pada 20 Oktober 2026 di Aula Nusantara, Kesbangpol Provinsi Sumatera Utara.
Melalui aksi tersebut, AMSUB mengajak seluruh elemen mahasiswa dan masyarakat untuk kembali mengambil peran dalam mengawal arah perubahan serta menyuarakan berbagai persoalan kebangsaan yang dinilai membutuhkan perhatian serius.
Koordinator Aksi AMSUB, Akhmad Bukhori Pane, mengatakan bahwa aksi 10 November merupakan momentum untuk menegaskan bahwa gerakan mahasiswa harus tetap hadir sebagai kekuatan kontrol sosial terhadap kekuasaan.
“Momentum Hari Pahlawan bukan sekadar seremoni. Ini saatnya mahasiswa kembali mengambil peran dalam menyuarakan persoalan rakyat. Kami membawa pesan bahwa ketika ketidakadilan masih terjadi dan aspirasi masyarakat belum mendapatkan jawaban, mahasiswa tidak boleh diam. Sumatera Utara tidak diam!” tegas Bukhori.
Lima Tuntutan Utama
Dalam seruan aksi tersebut, AMSUB membawa lima tuntutan utama yang menjadi fokus gerakan, yakni:
- Reformasi Polri.
- Supremasi Sipil.
- Pemulihan Bencana.
- Prabowo Turun.
- Copot Gibran.
Kelima tuntutan tersebut menjadi agenda kritis AMSUB dalam menyikapi kondisi nasional, mulai dari tuntutan reformasi institusi kepolisian, penguatan supremasi sipil, hingga persoalan pemulihan masyarakat terdampak bencana dan evaluasi terhadap kepemimpinan nasional.
Bukhori menegaskan bahwa tuntutan tersebut merupakan bentuk sikap politik gerakan mahasiswa dalam merespons berbagai persoalan yang berkembang.
“Lima tuntutan ini merupakan sikap dan kegelisahan kami terhadap kondisi bangsa hari ini. Kami ingin reformasi berjalan nyata, supremasi sipil diperkuat, dan kepentingan masyarakat tidak terus-menerus diabaikan. Kami juga mendesak DPRD Sumut membuka ruang Rapat Dengar Pendapat (RDP) agar aspirasi mahasiswa dan masyarakat dapat dibahas serta ditindaklanjuti secara konkret,” ujarnya.
Dari Konsolidasi Menuju Gerakan Terbuka
Sebelumnya, AMSUB telah menegaskan bahwa aktivasi ulang aliansi bukan sekadar upaya menambah daftar organisasi mahasiswa, melainkan membangun ruang bersama untuk menghubungkan berbagai elemen gerakan mahasiswa di Sumatera Utara.
Dalam deklarasi pada 20 Oktober lalu, Bukhori menyampaikan bahwa AMSUB dihadirkan sebagai wadah konsolidasi tanpa menghilangkan karakter maupun independensi masing-masing organisasi mahasiswa.
“Aliansi ini diaktivasi ulang bukan untuk menambah catatan organisasi mahasiswa, tetapi untuk mewadahi seluruh gerakan-gerakan mahasiswa,” ujar Bukhori dalam kegiatan tersebut.
Arah gerakan tersebut kini berlanjut melalui seruan aksi 10 November. Bagi AMSUB, konsolidasi tidak boleh berhenti di ruang diskusi, tetapi harus diwujudkan melalui langkah konkret dalam menyampaikan dan mengawal aspirasi masyarakat.
Selain itu, desakan terhadap DPRD Sumatera Utara untuk menggelar RDP menjadi bagian dari upaya mendorong lembaga legislatif menjalankan fungsi representasi dan pengawasan terhadap persoalan publik.
AMSUB berharap DPRD Sumut tidak hanya menerima aspirasi secara administratif, tetapi juga memberikan ruang pembahasan bersama mahasiswa dan pihak-pihak terkait agar setiap persoalan memperoleh kejelasan serta tindak lanjut.
“Sumatera Utara Tidak Diam!”
Melalui aksi yang direncanakan pada momentum Hari Pahlawan tersebut, AMSUB mengajak seluruh elemen mahasiswa dan masyarakat untuk bersatu menyuarakan aspirasi demi mendorong perubahan yang berkeadilan.
Bagi AMSUB, suara rakyat merupakan pengingat bahwa kekuasaan harus senantiasa berpihak pada kepentingan masyarakat dan terbuka terhadap kritik.
Aksi ini dijadwalkan berlangsung pada:
- Hari/Tanggal: Selasa, 10 November 2026.
- Waktu: 14.00 WIB – selesai.
- Titik aksi: Lapangan Merdeka dan DPRD Provinsi Sumatera Utara.
- Tajuk: SUMATERA UTARA TIDAK DIAM!
AMSUB menegaskan bahwa momentum Hari Pahlawan harus menjadi pengingat bahwa perjuangan tidak berhenti pada sejarah, melainkan terus hidup melalui keberanian menyuarakan kebenaran, memperjuangkan keadilan, dan mengawal kepentingan rakyat.
SUMATERA UTARA TIDAK DIAM!












