Masih dalam penanganan banjir, Dedy juga menyentil kinerja Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Penataan Ruang (DPKP2R) Kota Medan, dibawah kepemimpinan Endar Sutan Lubis. Kenapa harus demikian banyak bangunan yang seharusnya tidak berdiri di jalur hijau atau resapan air namun nyata nya tetap berdiri.
Maka untuk itu Dinas PKP2R harus segera menertibkan tata letak bangunan yang tidak sesuai peruntukannya karena ini salah satu penyebab terjadi luapan air hingga merendam jalan, pemukiman warga hingga perkantoran.
Nah begitu juga hal kepada warga diimbau agar tidak membuang sampah sembarang apalagi dibuang ke dalam parit.
Dedy yang dikenal langsung turun ke lapangan dalam menyahuti aspirasi warga ini mengingatkan para dinas terkait agar berkolaborasi dan bila perlu Kepala Dinas turun ke lapangan tidak waktu banjir saja namun bila perlu rutin melakukan pengecekan sebulan sekali ke daerah rawan banjir.
Dalam hal ini, jangan hanya Walikota Medan, Bobby Nasution saja yang puntang-panting memikirkan masalah ini dan meninjau dampak banjir kelapangan.
Nah untuk Kepala Dinas baik itu PU, DPKP2R, dan Bappeda bersama jajaran turunlah ke lapangan dengan koordinasi dengan camat dan lurah untuk memonitor dan pelaksanaan tindakan antisipasi penanganan banjir.












