Medan, pelitaharian.id – Ketua DPRD Kota Medan Hasyim meminta pemerintah kota setempat memprioritaskan guru honorer lulus observasi pada 2022 menjadi pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) 2023.
“Kami minta BKPSDM (Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia) Kota Medan prioritaskan para guru lulus observasi tahun lalu,” tegas Hasyim di Medan, Jumat (13/10/2023).
Menurutnya ada 507 orang guru lulus observasi tahun lalu, tetapi hingga kini belum mendapat penempatan, baik di SD negeri maupun SMP negeri di Kota Medan.
Ratusan guru honorer tergabung dalam Forum Guru Tidak Tetap (FGTT) Kota Medan sempat beberapa kali menggelar rapat dengar pendapat bersama perangkat daerah terkait di lingkungan Pemko Medan.
“Meski rapat dengar pendapat, tapi kita berikan solusi. Selain itu, puluhan tenaga teknis sekolah agar diangkat menjadi PPPK,” papar Hasyim.
Ketua FGTT Kota Medan Rahmah Nasution mengaku sebanyak 507 guru honor dinyatakan lulus penilaian observasi karena memenuhi persyaratan seleksi PPPK guru pada 2022.
“Totalnya sebanyak 507 tenaga guru, yaitu guru kelas. Kami minta guru-guru ini diusulkan, dan diprioritaskan agar segera diangkat menjadi guru PPPK,” ucap dia.












