Sumatera Utara

IKANAS Sumut Gelar Maulid Nabi 1448 H, Dirangkai Syukuran HUT Erwan Rozadi Nasution ke-63 dan Dra. Hj. Ermalia Nasution, Akhlak Rasul Jadi Teladan

×

IKANAS Sumut Gelar Maulid Nabi 1448 H, Dirangkai Syukuran HUT Erwan Rozadi Nasution ke-63 dan Dra. Hj. Ermalia Nasution, Akhlak Rasul Jadi Teladan

Sebarkan artikel ini

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H di Deli Serdang dirangkai syukuran ulang tahun Erwan Rozadi Nasution dan Dra. Hj. Ermalia Nasution serta penguatan silaturahmi keluarga besar IKANAS.

Ketua DPD IKANAS Sumatera Utara Ir. H. Erwan Rozadi Nasution terlihat menyambut tamu undangan dalam rangkaian kegiatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H dan syukuran keluarga besar IKANAS Sumut yang digelar di De’ Nasti Cafe, Deli Serdang, Jumat (18/9/2026). (pelitaharian.id/Foto: Ist)

DELI SERDANG, pelitaharian.id – Pesan tentang pentingnya menjaga lisan menjadi salah satu penekanan dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H yang digelar Ikatan Keluarga Nasution (IKANAS) Sumatera Utara di De’ Nasti Cafe, Jalan Usman Siddik, Desa Bandar Khalipah, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, Jumat (18/9/2026).

Dalam tausiah yang disampaikan Al Ustadz Drs. H. Amir Saleh Nasution, M.A., jemaah diajak menjadikan Rasulullah SAW sebagai teladan, bukan hanya dalam ibadah, tetapi juga dalam membangun akhlak dan menjaga tutur kata ketika berinteraksi dengan orang lain.

Suasana kebersamaan mewarnai peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H yang digelar keluarga besar IKANAS Sumatera Utara bersama para pengurus dan tamu undangan di De’ Nasti Cafe, Deli Serdang, Jumat (18/9/2026). (pelitaharian.id/Foto: Ist)

Peringatan tersebut juga menjadi ajang mempererat ukhuwah keluarga besar IKANAS Sumut. Kegiatan sekaligus dirangkai dengan syukuran ulang tahun Ketua DPD IKANAS Sumut Ir. H. Erwan Rozadi Nasution yang ke-63 tahun, Dra. Hj. Ermalia Nasution, serta ulang tahun De’ Nasti Cafe.

Sejumlah pengurus dan keluarga besar IKANAS hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Ketua DPP IKANAS H. Saipullah Nasution, perwakilan Gubernur Sumatera Utara Ajran Lilwalidaiya, jajaran DPD IKANAS Sumut, IKANAS Deli Serdang, DPK dan DPC IKANAS Deli Serdang, serta DPC Persiapan IKANAS Pematang Siantar.

Turut hadir Hima Lubis dari Pengurus Wilayah Ikatan Kekeluargaan Masyarakat Siabu (IKMAS) Sumut, Dewan Hatobangon DPD IKANAS Sumut Drs. M. Hasbi Nasution, M.Si, H. Imran Nasution, MM, Dr. Amhar Nasution dan Dra. Hj. Ermalia Nasution selaku Dewan Penasehat DPD IKANAS Sumut.

Maulid Diminta Tak Berhenti pada Seremonial

Ketua panitia mengingatkan bahwa peringatan Maulid Nabi seharusnya memiliki makna yang lebih luas daripada sekadar kegiatan tahunan.

Momentum tersebut diharapkan dapat mendorong peningkatan ketakwaan, kecintaan kepada Rasulullah SAW, perbaikan akhlak serta semakin eratnya hubungan kekeluargaan.

“Jangan kita jadikan Maulid ini sebagai seremonial belaka. Jadikanlah Maulid ini untuk senantiasa memotivasi diri kita,” ujar Ketua Panitia.

Pesan mengenai penguatan silaturahmi juga disampaikan perwakilan Pemprov Sumatera Utara, Ajran Lilwalidaiya. Ia menyampaikan permohonan maaf karena Gubernur Sumatera Utara berhalangan hadir.

Ajran berharap kegiatan tersebut dapat memperkuat hubungan kekeluargaan dan ukhuwah di lingkungan keluarga besar Nasution, mulai dari tingkat daerah hingga pusat.

“Melalui Maulid Nabi Muhammad SAW ini, mudah-mudahan IKANAS Provinsi Sumatera Utara senantiasa dapat memperkuat ukhuwah dan tali silaturahmi,” ujar Ajran, Jumat (16/9/2026).

IKANAS Diminta Perkuat Pendataan Keluarga

Ketua DPP IKANAS H. Saipullah Nasution menilai kegiatan keagamaan seperti Maulid dapat menjadi ruang memperkuat hubungan antaranggota keluarga sekaligus menumbuhkan kecintaan terhadap ajaran Rasulullah SAW.

Ia juga mendorong IKANAS Sumut semakin berkembang dan memberikan manfaat melalui kegiatan sosial serta penguatan ilmu keagamaan.

Salah satu gagasan yang disampaikan Saipullah adalah pentingnya membangun database keluarga Nasution di Sumatera Utara.

Menurutnya, data tersebut dapat membantu organisasi mengetahui jumlah dan persebaran keluarga Nasution sehingga program IKANAS dapat diarahkan sesuai kebutuhan di berbagai daerah.

“Dengan mengetahui data-datanya, sekaligus kita bisa melihat di mana arah kegiatan kita akan kita tujukan. Bisa saja nanti apakah di Asahan, Labuhanbatu, Binjai dan sekitarnya,” ujarnya.

Selain pendataan, Saipullah mengingatkan pentingnya mempertahankan adat dan budaya Mandailing. Nilai Dalihan Natolu dan poda na lima disebut sebagai bagian dari warisan yang perlu tetap dijaga sembari menghormati masyarakat dari latar belakang suku lainnya.

Ia juga mengajak keluarga besar IKANAS memperbanyak selawat dan meningkatkan kecintaan kepada Rasulullah SAW.

“Walaupun kita seumur hidup berselawat jutaan kali, tidak akan bisa membalas jasa yang diberikan oleh Rasulullah,” katanya.

Erwan Dorong Pengurus Makin Solid

Ketua DPD IKANAS Sumut Erwan Rozadi Nasution dalam sambutannya mengajak jajaran pengurus memperkuat kekompakan organisasi.

Ia menyampaikan rasa syukur karena keluarga besar IKANAS dapat berkumpul dalam suasana kebersamaan untuk memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW.

“Terlebih dahulu marilah kita panjatkan puji syukur kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, yang pada sore hari ini kita masih diberikan kekuatan dan kesehatan sehingga kita dapat berkumpul bersama-sama di tempat kami ini dalam rangka memperingati Maulid Nabi Besar Muhammad SAW 1448 Hijriah,” katanya.

Kegiatan tersebut juga menjadi momentum syukuran ulang tahun keluarga. Erwan menyebut tanggal ulang tahunnya berdekatan dengan sang kakak, Hj. Dra. Ermalia Nasution.

“Saya tanggal 18 September, kakak saya tanggal 16 September. Jadi kami dekat-dekatan, selisih dua hari saja,” ungkapnya.

Selain itu, De’ Nasti Cafe turut memperingati ulang tahun ke-7.

Erwan kemudian mengajak pengurus DPD IKANAS Sumut tidak hanya aktif dalam kegiatan keagamaan, tetapi juga mengembangkan program di bidang pendidikan dan sosial.

“Marilah kita sama-sama, pengurus DPD IKANAS Sumatera Utara ini, lebih kompak, lebih solid untuk menjalankan program apa yang disampaikan oleh DPP tadi,” tegasnya.

Ia juga menyampaikan informasi mengenai rencana pemberian beasiswa pada tahun mendatang dari universitas milik Prof. Arif Nasution.

“Tadi saya ditelepon oleh Profesor Arif Nasution. Beliau punya universitas. Tahun depan, insyaallah beliau memberikan beasiswa, bukan saja kepada IKANAS, tetapi kepada warga-warga, khususnya masyarakat Mandailing. Beasiswa diberikan dari universitas dan dari pemerintah,” jelas Erwan.

Erwan berharap pengurus IKANAS dapat membantu mengarahkan keluarga atau masyarakat yang memiliki keterbatasan ekonomi tetapi ingin melanjutkan pendidikan tinggi.

“Saya harapkan kepada pengurus, nanti kalau ada saudara-saudara kita yang tidak mampu untuk melanjutkan ke perguruan tinggi, bisa kita sama-sama menjumpai Prof. Arif Nasution,” ujarnya.

Ceramah Maulid: Akhlak dan Lisan Jadi Perhatian

Dalam tausiah, Ustadz Amir Saleh Nasution mengingatkan jemaah bahwa keteladanan Rasulullah SAW dapat diterapkan melalui perilaku sehari-hari.

Ia mengutip Surah Al-Ahzab ayat 21 mengenai Rasulullah SAW sebagai suri teladan bagi orang-orang yang mengharap rahmat Allah dan hari akhir.

Menurut Ustadz Amir, kesempurnaan fisik seharusnya berjalan bersama dengan kemuliaan akhlak.

“Kalau kau lihat tubuhmu sempurna, wajahmu bagus, maka jagalah kesempurnaan tubuhmu dan kebagusan wajahmu dengan kebaikan akhlakmu,” ujar Ustadz Amir.

Dalam ceramahnya, ia juga menyampaikan kisah Anas bin Malik yang disebut pernah tinggal bersama Rasulullah SAW selama sekitar 10 tahun.

Dari kisah tersebut, Ustadz Amir menyoroti cara Rasulullah SAW berkomunikasi dengan lembut dan tidak memperlakukan orang lain secara kasar.

“Wahai saudaraku, kalau dia berbicara kepadaku, dia akan berkata, ‘Anas, mana pekerjaanmu yang bisa aku tolong? Anas, mana pekerjaanmu yang bisa aku bantu?’” tutur Ustadz Amir.

Ia juga mengangkat kisah mengenai seorang sahabat yang mengalami batal wudu setelah mengeluarkan angin di tengah majelis. Rasulullah SAW, dalam kisah yang disampaikan, tidak menunjuk atau mempermalukan orang tersebut.

“Di sinilah kesantunan dan kelembutan Nabi. Kalau Nabi lakukan itu, sahabat yang buang angin pasti malu dan rendah diri. Tetapi Nabi tidak melakukan itu,” jelasnya.

Lisan Bisa Membawa Kebaikan atau Keburukan

Ustadz Amir kemudian mengingatkan jemaah mengenai tanggung jawab dalam menggunakan lisan.

Ia mengutip Surah Al-Balad ayat 8-10 tentang mata, lidah, dua bibir dan petunjuk mengenai dua jalan.

Menurutnya, perkataan seseorang dapat menjadi sumber kebaikan, tetapi juga dapat membawa dampak buruk apabila tidak dikendalikan.

“Dari lisan ini bisa lahir dua jalan. Bisa dari lisan lahir kebaikan, bisa lahir keburukan. Hanya tinggal kita memakainya, mau ke mana diarahkan,” katanya.

Pesan tersebut, lanjutnya, tidak hanya relevan dalam lingkungan keagamaan, tetapi juga dalam kehidupan keluarga dan bermasyarakat.

Jemaah diingatkan agar tidak sembarangan memberikan komentar mengenai kondisi fisik, keadaan ataupun kekurangan orang lain. Bahkan candaan perlu dipertimbangkan agar tidak membuat orang lain merasa malu atau tersinggung.

“Salamatul insan bihifzil lisan. Selamat manusia kalau dia menjaga lisannya,” ujarnya.

Menutup tausiah, Ustadz Amir mengingatkan pentingnya berpikir sebelum berbicara.

“Orang cerdas dia letakkan akalnya di depan, lisannya di belakang. Sebelum dia ngomong dan bicara, dia sudah pikirkan dengan matang dan baik apa kata-kata yang dia lontarkan,” jelasnya.

Ia kemudian mengajak seluruh jemaah menjadikan Maulid Nabi sebagai momentum memperbaiki akhlak dan membiasakan tutur kata yang santun.

“Jagalah lisan kita. Karena itu adalah satu dari bahagian akhlak yang diajarkan oleh baginda Rasul kepada kita dalam kehidupan ini,” pesannya.

Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan doa dan seremonial syukuran berupa pemotongan kue ulang tahun. Para tamu selanjutnya menikmati hidangan yang telah disiapkan panitia.

Cegah Stunting Pemko Medan
Cek Kesehatan Gratis Pemko Medan
Cek Kesehatan Gratis Pemko Medan