“Penyebab utama inflasi adalah cabai merah, bawang merah, dan cabai rawit. Namun, harga di Deli Serdang tetap stabil, sekitar Rp30 ribu per kilogram, sehingga aman terkendali,” jelas Pj Bupati.
Upaya pengendalian meliputi rapat rutin Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID), operasi pasar murah, hingga penanaman cabai merah seluas 10 hektare menggunakan dana APBD Provinsi Sumatera Utara.
Penyerapan Anggaran Capai 81,36%
Dalam aspek penyerapan anggaran, Pj Bupati menyampaikan bahwa belanja daerah pada Perubahan APBD Tahun Anggaran 2024 mencapai Rp4,98 triliun dengan realisasi Rp4,05 triliun atau 81,36%.
“Kami berupaya mengoptimalkan capaian target pendapatan asli daerah (PAD) melalui evaluasi berkala dan monitoring langsung ke OPD,” tambahnya.
Langkah inovatif lainnya mencakup pemanfaatan aplikasi Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD), pengawasan proyek konstruksi, hingga penggunaan Kartu Kredit Pemerintah Daerah (KKPD) untuk pengadaan barang dan jasa.
Tim Evaluator Puji Kepemimpinan Pj Bupati
Inspektur III, Drs. Andi Muhammad Yusuf, M.Si., serta Plt Inspektur Khusus, Drs. Kusna Heriman, MH., turut memberikan apresiasi atas keberhasilan Pemkab Deli Serdang mencapai target. Pj Bupati juga didampingi jajaran pejabat utama, termasuk Asisten II Perekonomian dan Pembangunan H. Khoirum Rizal, S.T., M.A.P., dan Kepala Bappeda Dr. Ir. Remus Hasiholan Pardede, M.Si.













