NIAS SELATAN, pelitaharian.id – Penyidik Kejaksaan Negeri Nias Selatan menahan empat orang tersangka dalam perkara dugaan penyimpangan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) di salah satu SMK di Kabupaten Nias Selatan, Sumatera Utara. Nilai kerugian negara dalam kasus ini diperkirakan mencapai lebih dari Rp1,4 miliar.
Penahanan dilakukan pada Rabu (18/2/2026) setelah para pihak resmi ditetapkan sebagai tersangka. Mereka masing-masing berinisial BNW selaku kepala sekolah, YZ yang merupakan suami BNW, serta dua pihak internal sekolah berinisial HND dan SH.
Kepala Seksi Intelijen Kejaksaan Negeri Nias Selatan, Alex Bill Mando Daeli, menjelaskan bahwa dugaan tindak pidana tersebut terjadi dalam kurun September 2023 hingga Juni 2025. Dalam periode itu, dana BOS yang seharusnya digunakan untuk mendukung operasional dan kebutuhan belajar siswa diduga disalahgunakan melalui mekanisme pengadaan barang.
Menurut Alex, BNW diduga mengarahkan pembelian kebutuhan sekolah ke toko milik suaminya, YZ, yakni UD DM. Dalam praktiknya, penyidik menemukan indikasi penggelembungan harga serta pembuatan dokumen pembelian yang tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya.













