Lingkungan

Krisis Air Banten Meluas, PTPN IV PalmCo Siapkan 101 Ribu Liter untuk 2.500 KK

×

Krisis Air Banten Meluas, PTPN IV PalmCo Siapkan 101 Ribu Liter untuk 2.500 KK

Sebarkan artikel ini
Warga membawa wadah untuk mengambil bantuan air bersih yang disalurkan PTPN IV PalmCo kepada masyarakat terdampak kekeringan di Kabupaten Pandeglang, Banten, sebagai bagian dari distribusi 101.000 liter air bersih, 2026. (pelitaharian.id/Foto: Ist)

MEDAN, pelitaharian.id — Sumur warga yang mulai mengering akibat musim kemarau panjang membuat persoalan air bersih semakin dirasakan masyarakat di sejumlah wilayah Provinsi Banten. Kondisi tersebut berdampak langsung terhadap kebutuhan dasar warga, mulai dari minum, memasak hingga sanitasi.

Merespons kondisi itu, Holding Perkebunan PTPN III (Persero) melalui Sub Holding PTPN IV PalmCo menyiapkan bantuan air bersih secara bertahap ke wilayah yang mengalami kekeringan.

Total bantuan yang disiapkan mencapai 101.000 liter air bersih. Distribusi tersebut ditujukan untuk membantu masyarakat di 15 desa yang tersebar di Kabupaten Pandeglang dan Kabupaten Lebak.

Bantuan berasal dari dua sumber, yakni program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) perusahaan serta penggalangan dana secara swadaya yang dilakukan para pekerja PTPN IV PalmCo.

Tahap Pertama Sasar 750 KK

Penyaluran tahap pertama telah dilakukan pada akhir pekan lalu dengan menggunakan pendanaan dari program TJSL perusahaan.

Sebanyak 41.000 liter air bersih didistribusikan kepada sekitar 750 KK di Kabupaten Pandeglang. Distribusi tahap awal tersebut mencakup lima desa, yakni Desa Bungurcopong, Desa Pasirsedang, Desa Kadumalati, Desa Pasirpanjang, dan Desa Ganggaeng.

Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko K. Santosa, mengatakan bantuan tersebut merupakan respons perusahaan terhadap kondisi masyarakat yang terdampak kemarau panjang.

“Bantuan ini merupakan bagian dari tanggung jawab sosial PTPN IV PalmCo. Kami berupaya membantu masyarakat dalam menghadapi krisis air bersih akibat musim kemarau saat ini,” ujar Jatmiko dalam keterangan tertulisnya.

Menurut Jatmiko, perusahaan tidak hanya mengandalkan program TJSL. Para pekerja di lingkungan internal perusahaan juga mengambil inisiatif untuk menggalang dana secara pribadi guna memperluas jangkauan bantuan.

“Selain dari program TJSL perusahaan, rekan-rekan karyawan di Head Office berinisiatif mengumpulkan dana pribadi untuk memperluas jangkauan bantuan. Ini menjadi bentuk solidaritas dan kepedulian dari para pekerja terhadap masyarakat sekitar,” tambahnya.

Sumpah Pemuda Pemko Medan