Berita Utama

Mendikdasmen dan Rico Waas Senam Bersama Siswa SMPN 1 Medan, Pesan Generasi 2045 Menggema

×

Mendikdasmen dan Rico Waas Senam Bersama Siswa SMPN 1 Medan, Pesan Generasi 2045 Menggema

Sebarkan artikel ini

Abdul Mu’ti mengajak pelajar membangun tujuh kebiasaan positif secara disiplin. Rico Waas berpesan agar siswa tidak takut gagal dan berani mengejar cita-cita menjadi pemimpin.

Mendikdasmen Abdul Mu’ti bersama Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas mengikuti Senam 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat bersama siswa UPT SMP Negeri 1 Medan, Jalan Bunga Asoka, Senin (14/9/2026). (pelitaharian.id/ist)

Medan, pelitaharian.id – Semangat menuju Indonesia 2045 digaungkan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti di hadapan siswa UPT SMP Negeri 1 Medan, Jalan Bunga Asoka, Senin (14/9/2026).

Dalam kegiatan tersebut, Abdul Mu’ti tidak hanya menjadi pembina upacara. Ia bersama Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas turut mengikuti Senam 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat bersama para siswa.

Kehadiran kedua pejabat tersebut membuat suasana halaman sekolah yang biasanya digunakan untuk kegiatan rutin berubah menjadi penuh semangat. Para siswa mengikuti rangkaian kegiatan mulai dari upacara pengibaran bendera hingga senam bersama.

Siswa Disebut Penentu Wajah Indonesia 2045

Saat menjadi pembina upacara, Abdul Mu’ti mengingatkan para pelajar bahwa masa depan Indonesia berada di tangan generasi yang saat ini sedang menempuh pendidikan.

Ia meminta siswa tidak hanya mengejar prestasi akademik, tetapi juga membangun karakter, menghormati orang tua dan guru, menjaga kerukunan serta menumbuhkan kecintaan terhadap Tanah Air.

“Bagaimana wajah Indonesia 2045, kalianlah yang menentukan. Karena itu, saya mengajak kalian semua untuk senantiasa menunaikan ikrar pelajar yang sudah tadi kita bacakan bersama-sama,” kata Abdul Mu’ti.

Mendikdasmen kemudian mengajak siswa menerapkan tujuh kebiasaan Anak Indonesia Hebat, yaitu bangun pagi, beribadah, berolahraga, mengonsumsi makanan sehat dan bergizi, gemar belajar, bermasyarakat, serta tidur tepat waktu.

Menurut Abdul Mu’ti, kebiasaan tersebut tidak cukup hanya diketahui, tetapi harus dilakukan secara berulang dan disiplin agar menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.

“Lakukan kebiasaan-kebiasaan itu secara disiplin, secara konsisten. Karena banyak hal yang hebat yang bisa kita raih tidak bisa terjadi secara instan. Semuanya memerlukan proses, semuanya memerlukan waktu,” ujarnya.

Abdul Mu’ti dan Rico Ikut Senam

Pesan tersebut kemudian dipraktikkan melalui Senam 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat.

Abdul Mu’ti dan Rico Waas berdiri bersama para siswa dan mengikuti gerakan senam. Kegiatan berlangsung semarak dengan antusiasme para pelajar yang memenuhi halaman sekolah.

Usai senam, interaksi dilanjutkan melalui sesi tanya jawab. Para siswa mendapatkan kesempatan berkomunikasi langsung dengan Mendikdasmen dan Wali Kota Medan.

Momentum itu digunakan untuk memberikan motivasi kepada siswa agar berani memiliki cita-cita, tekun belajar serta tidak mudah menyerah ketika menghadapi hambatan.

Rico Waas: Jangan Takut Gagal

Rico Waas secara khusus mengingatkan para siswa agar tidak menjadikan kegagalan sebagai alasan untuk berhenti mengejar cita-cita.

Menurutnya, kegagalan merupakan bagian dari proses yang dapat memberikan pengalaman sekaligus pelajaran untuk memperbaiki diri.

“Jangan takut gagal, anak-anak. Bisa saja dalam perjalanan hidup kita, kita menemukan kegagalan. Tapi pelajaran apa yang paling penting adalah kegagalan itu bukan gagal dan kita bersedih, tapi kita gagal dan harus bangkit kembali,” ujar Rico.

Bagi Rico, kunjungannya ke SMP Negeri 1 Medan memiliki arti tersendiri karena sekolah tersebut merupakan tempat dirinya pernah menimba ilmu.

Ia kemudian mendorong para siswa menjadikan setiap pengalaman sebagai bekal untuk mencapai prestasi yang lebih tinggi.

“Yang terpenting adalah gagal, perbaiki, suatu saat kita akan memiliki prestasi yang lebih baik lagi,” katanya.

Tidak hanya berbicara mengenai keberhasilan pribadi, Rico juga menitipkan harapan agar para siswa kelak mampu mengambil peran sebagai pemimpin di Kota Medan.

“Satu janji yang harus kalian sebutkan adalah suatu saat anak-anakku semuanya harus bisa menggantikan Bapak berdiri di sini, menjadi pemimpin-pemimpin di kota ini,” ujarnya.

Guru Diminta Jadi Teladan

Pesan pendidikan juga disampaikan Abdul Mu’ti kepada para guru yang hadir dalam kegiatan tersebut.

Ia menekankan bahwa peran guru bukan sekadar menyampaikan materi pelajaran. Guru juga diharapkan menjadi teladan sekaligus pendamping bagi siswa dalam menemukan dan mengembangkan bakat serta potensi mereka.

“Bapak Ibu guru adalah orang tua bagi anak-anak kita. Bapak Ibu guru adalah teladan bagi anak-anak kita. Guru sering kali disebut dengan ungkapan digugu dan ditiru,” katanya.

Abdul Mu’ti mengajak para guru menjalankan pendidikan dengan penuh cinta dan kasih sayang melalui prinsip asah, asih, dan asuh, sekaligus menerapkan sistem Among yang diperkenalkan Ki Hajar Dewantara.

Menurutnya, lingkungan sekolah juga harus mendapat perhatian. Sekolah diharapkan menjadi tempat yang aman, sehat, bersih dan nyaman sehingga siswa dapat belajar serta mengembangkan diri dengan baik.

“Mari kita jadikan sekolah kita ini sebagai rumah kita yang kedua, di mana kita semua saling berbagi dan kita semua menumbuhkan semangat untuk maju bersama-sama, semangat untuk meraih prestasi bersama-sama,” katanya.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Direktur Sekolah Menengah Pertama Maulani Mega Hapsari, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Medan Ahmad Barli Mulia Nasution, Kepala UPT SMP Negeri 1 Medan Hj. Rohani, serta para guru dan siswa.

Bagi keluarga besar SMPN 1 Medan, kehadiran Mendikdasmen dan Wali Kota Medan sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat pesan bahwa pendidikan bukan hanya soal capaian akademik, tetapi juga pembentukan karakter, kebiasaan positif, keberanian menghadapi kegagalan dan kesiapan menjadi generasi penerus bangsa.

Cegah Stunting Pemko Medan
Cek Kesehatan Gratis Pemko Medan
Cek Kesehatan Gratis Pemko Medan