MEDAN, pelitaharian.id — Rasa aman warga di kawasan Jermal 7, Kelurahan Denai, Kecamatan Medan Denai, mulai menjadi perhatian setelah muncul sejumlah kejadian yang membuat masyarakat meningkatkan kewaspadaan. Kondisi itu mendapat sorotan dari Anggota DPRD Kota Medan dari Fraksi Partai Gerindra, Fauzi.
Salah satu peristiwa yang memicu perhatian warga terjadi pada Sabtu (22/8/2026) sekitar pukul 11.00 WIB. Sebuah tabung gas LPG 3 kilogram ditemukan di semak-semak belakang cakruk warga di Gang Murni 5, Jalan Jermal 7.
Tabung tersebut ditemukan Mak Ayu ketika sedang mencari daun pisang kering bersama sejumlah warga perempuan di sekitar lokasi. Karena tidak mengetahui siapa pemiliknya, warga kemudian mengamankan tabung itu sementara di salah satu rumah warga.
Belakangan, identitas pemilik tabung diketahui. LPG tersebut ternyata milik seorang penjahit yang menjalankan usaha di sekitar simpang Gang Murni. Pemilik mengaku tabung gas itu hilang saat dirinya meninggalkan tempat usaha untuk sementara waktu, sedangkan istrinya yang sedang sakit berada di lokasi.
Dua Kedai Dilaporkan Pernah Dibobol
Kekhawatiran warga bukan hanya berkaitan dengan penemuan tabung LPG tersebut. Sebelumnya, dua kedai di sekitar lingkungan itu disebut telah mengalami pembobolan.
Dalam dua kejadian tersebut, sejumlah barang dagangan serta beberapa tabung LPG 3 kilogram dilaporkan raib. Rangkaian kejadian itu membuat warga semakin memperhatikan orang-orang yang tidak dikenal dan aktivitas yang berlangsung di sekitar permukiman.
Situasi tersebut kemudian menjadi perhatian Fauzi. Ia menilai keresahan yang mulai dirasakan warga tidak seharusnya dianggap sebagai persoalan kecil, terlebih jika sudah terdapat laporan kehilangan di lingkungan yang sama.
“Kalau masyarakat sudah mulai merasa tidak aman di lingkungan tempat tinggalnya, ini harus menjadi perhatian. Jangan menunggu sampai terjadi kejadian yang lebih besar baru dilakukan tindakan,” kata Fauzi.
Menurut Fauzi, peningkatan patroli diperlukan untuk mencegah potensi gangguan keamanan sekaligus memberikan rasa aman kepada masyarakat. Ia meminta pengawasan terutama dilakukan pada waktu dan titik yang dianggap rawan oleh warga.
Aktivitas Mencurigakan Kembali Dilaporkan
Kewaspadaan warga kembali meningkat pada Minggu (23/8/2026). Saat sebagian warga Gang Murni 5 pergi berlibur ke kawasan pantai di Kabupaten Serdang Bedagai, muncul informasi mengenai seseorang yang terlihat berada di sekitar bengkel sepeda motor milik Wak Rahmat.
Informasi itu diterima Taufik, salah seorang warga yang tidak ikut dalam rombongan. Warga menyebut keberadaan orang tersebut dianggap mencurigakan berdasarkan gerak-geriknya.
Meski demikian, sampai saat ini belum terdapat kepastian bahwa orang yang dimaksud memiliki hubungan dengan tindak pidana. Karena itu, informasi tersebut perlu ditindaklanjuti melalui pemeriksaan aparat dan tidak boleh dijadikan dasar untuk menuduh seseorang tanpa bukti.
Fauzi pun mengingatkan masyarakat agar tidak mengambil tindakan secara sepihak apabila menemukan orang yang dianggap mencurigakan.
“Kalau ada orang yang mencurigakan, jangan main hakim sendiri. Laporkan kepada aparat. Polisi yang memiliki kewenangan untuk melakukan pemeriksaan dan memastikan apakah ada pelanggaran hukum atau tidak,” ujarnya.
Polisi Diminta Aktif Bangun Komunikasi dengan Warga
Fauzi menilai upaya menjaga keamanan lingkungan membutuhkan keterlibatan bersama. Warga tetap perlu meningkatkan kewaspadaan, sementara aparat kepolisian diharapkan memperkuat kehadiran di kawasan yang dinilai rawan.
Ia mendorong agar patroli dilakukan secara rutin dan kepolisian membangun komunikasi dengan perangkat lingkungan sehingga laporan warga dapat segera diteruskan dan ditangani berdasarkan prosedur.
“Polisi harus hadir memberikan rasa aman kepada masyarakat. Kalau sudah ada beberapa kejadian kehilangan dan warga mulai resah, saya kira patroli harus ditingkatkan,” tegasnya.
Selain meminta penguatan pengamanan, Fauzi mengimbau masyarakat segera melaporkan apabila terjadi pencurian atau menemukan aktivitas yang benar-benar mencurigakan. Menurutnya, laporan resmi menjadi penting agar aparat dapat melakukan tindakan berdasarkan fakta dan ketentuan hukum.
“Yang paling penting jangan sampai masyarakat mengambil tindakan sendiri. Serahkan kepada aparat penegak hukum. Tetapi di sisi lain, laporan masyarakat juga harus ditindaklanjuti secara serius,” pungkasnya.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian mengenai rangkaian kejadian kehilangan yang disebut warga maupun informasi terkait seseorang yang diduga berada di sekitar bengkel tersebut.












