MEDAN, pelitaharian.id — Upaya menjaga warisan budaya Kota Medan tidak cukup hanya dengan mempertahankan bangunan atau tradisi yang sudah ada. Pemerintah Kota Medan mendorong agar kekayaan budaya juga terus diperkenalkan, dikembangkan, dan diberi ruang untuk hidup di tengah perubahan zaman.
Komitmen tersebut disampaikan Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas dalam acara Pemberian Award Cagar Budaya dan Tokoh Kebudayaan Kota Medan Tahun 2026 yang berlangsung di Dharma Deli, Selasa (22/9/2026).
Menurut Rico, penghargaan kepada para tokoh kebudayaan bukan semata-mata seremoni. Momentum tersebut harus menjadi pengingat bahwa pelestarian warisan leluhur merupakan tanggung jawab yang melibatkan pemerintah, seniman, budayawan hingga masyarakat.
Ia menyebut keberagaman budaya yang hidup di Medan sebagai salah satu kekayaan kota. Tradisi masyarakat Melayu, Batak, Karo, Jawa, Minang, Aceh, India, Tionghoa dan kelompok masyarakat lainnya hadir melalui seni, musik, tarian, pakaian tradisional, kuliner maupun berbagai bentuk warisan budaya.
“Kadang-kadang orang lupa mencintai kalau tidak mengenal. Begitu kita mengenal, kita akan mau merawat dan mempromosikannya,” ujar Rico Waas.












