Peninjauan tersebut dilakukan untuk memastikan pekerjaan stadion tidak hanya selesai sesuai jadwal, tetapi juga memenuhi aspek keamanan, kenyamanan, dan kelayakan sebelum diserahterimakan kepada Pemerintah Kota Medan.
Didampingi Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, Cipta Karya dan Tata Ruang (Perkimcikataru) John Ester Lase serta Camat Medan Kota Andy Syahputra, Rico memeriksa langsung sejumlah titik pembangunan.
Dalam pemeriksaan itu, ia melihat perbedaan ketinggian pada tangga, bagian tangga yang mengalami kerusakan, serta jalur masuk yang dinilai masih perlu dioptimalkan.
“Stadion ini adalah kebanggaan masyarakat Kota Medan. Karena itu, keamanan dan kenyamanannya harus menjadi prioritas,” ujar Rico Waas.
Menurut Rico, pembangunan stadion memang terus berjalan. Namun, sisa waktu penyelesaian harus dimanfaatkan secara maksimal agar seluruh pekerjaan dapat dituntaskan sesuai target.
Pekerjaan yang bersumber dari APBD, termasuk pembangunan fasad stadion, ditargetkan selesai sesuai kontrak pada 12 November 2026. Sementara itu, pekerjaan yang menjadi kewenangan Kementerian Pekerjaan Umum, meliputi tribun, tangga, dan sejumlah akses lainnya, juga perlu segera diselesaikan agar tidak menghambat keseluruhan proses pembangunan.
Rico menegaskan, percepatan pekerjaan tidak boleh mengorbankan kualitas hasil pembangunan. Setiap detail yang masih bermasalah harus diperiksa dan diperbaiki sebelum stadion diserahterimakan.
“Saya mendorong seluruh pekerjaan selesai tepat waktu, tanpa mengabaikan keamanan, detail, dan kualitas finishing. Saat akan diserahterimakan kepada Pemerintah Kota Medan, stadion harus dalam kondisi baik, aman, dan layak digunakan,” tegasnya.
Ia juga meminta seluruh pihak yang terlibat tetap mengawal proses pembangunan hingga seluruh pekerjaan benar-benar tuntas. Menurutnya, keberhasilan pembangunan stadion tidak cukup diukur dari tampilan fisik yang megah, tetapi juga dari keamanan dan kenyamanan bagi masyarakat yang akan menggunakannya.
Perhatian Rico turut mencakup penataan kawasan di sekitar stadion. Ia menginstruksikan dinas terkait bersama jajaran kewilayahan untuk menertibkan parkir liar serta menjaga kebersihan dan keteraturan lingkungan sekitar Stadion Teladan.
Langkah tersebut diharapkan mendukung kesiapan stadion sekaligus menciptakan kawasan yang lebih tertata ketika nantinya digunakan untuk berbagai kegiatan olahraga maupun aktivitas masyarakat.
“Ini menjadi perhatian kita bersama. Mari kawal hingga stadion kebanggaan Medan benar-benar selesai dengan baik,” ungkap Rico Waas.













