Medan, pelitaharian.id – BEM SI merespons tegas adanya pihak yang mengatasnamakan aliansi gerakan mahasiswa BEM SI Kerakyatan, yang dinilai tidak sejalan dengan nilai-nilai keadilan. Sikap tersebut dipandang sebagai bentuk pencatutan yang berpotensi menunggangi gerakan mahasiswa demi kepentingan instansi tertentu, bukan sebagai representasi perjuangan rakyat.
Koordinator Pusat BEM SI, Muzammil Ihsan, menegaskan bahwa mahasiswa harus tetap menjaga independensi dan tidak tergesa-gesa dalam memberikan legitimasi terhadap proses hukum yang masih menyisakan banyak persoalan, khususnya terkait isu diskriminasi terhadap pelaku ekonomi kreatif.
“Kasus yang menyeret Amsal Sitepu tidak bisa dilepaskan dari adanya dugaan perlakuan yang tidak adil terhadap pelaku ekraf. Ini menjadi catatan penting bahwa hukum tidak boleh mematikan ruang kreativitas dan usaha masyarakat. Ketika kemudian ada keputusan pembebasan, itu menjadi jalan yang baik dan bentuk koreksi terhadap proses yang sebelumnya dipertanyakan,” tegas Muzammil.
Ia juga menambahkan bahwa peristiwa ini harus menjadi pelajaran besar bagi negara, khususnya dalam memastikan bahwa penegakan hukum tidak disusupi oleh kepentingan yang merusak rasa keadilan.












