MEDAN, pelitaharian.id – Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H bersama Keluarga Besar Forum Minang Sati di Kota Medan menjadi momentum untuk memperkuat persaudaraan dan menjaga keharmonisan masyarakat di tengah keberagaman.
Pesan tersebut disampaikan melalui sambutan tertulis Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas yang dibacakan Pj Sekda Kota Medan Erfin Fahrurrazi pada acara Maulid Nabi di Sekretariat Forum Minang Sati, Jalan Datuk Kabu, Senin (14/9/2026) malam.
Dalam sambutan itu, Rico mengajak masyarakat menjadikan kehidupan dan akhlak Rasulullah SAW sebagai teladan dalam menjalani kehidupan sehari-hari.
Erfin menyampaikan bahwa peringatan Maulid Nabi tidak seharusnya berhenti sebagai kegiatan seremonial. Menurutnya, peringatan tersebut dapat menjadi kesempatan untuk menghidupkan kembali nilai-nilai yang dicontohkan Rasulullah SAW dalam hubungan keluarga maupun kehidupan sosial.
“mulai dari lingkungan keluarga hingga kehidupan bermasyarakat, mari kita jaga persaudaraan, saling menghargai, saling membantu, dan tidak mudah terpecah belah oleh perbedaan,” ujar Erfin Fahrurrazi dihadapan para pengurus Forum Minang Sati.
Forum Minang Sati Dinilai Punya Peran Sosial
Dalam kesempatan tersebut, Pemko Medan memberikan apresiasi terhadap keberadaan Forum Minang Sati yang dinilai selama ini turut menjaga silaturahmi dan kebersamaan anggotanya.
Erfin mengatakan kekompakan organisasi kemasyarakatan menjadi salah satu modal sosial yang penting dalam kehidupan masyarakat Kota Medan yang memiliki latar belakang beragam.
Ia juga mengapresiasi konsistensi Forum Minang Sati dalam memelihara hubungan kekeluargaan serta persatuan di tengah kemajemukan masyarakat.
Menurutnya, organisasi kemasyarakatan memiliki ruang untuk ikut mendukung pemerintah dalam menjaga nilai-nilai sosial, terutama semangat kebersamaan dan keharmonisan antarwarga.
Maulid Jadi Momentum Jaga Kebersamaan
Nilai keteladanan Rasulullah SAW, lanjut Erfin, dapat diterapkan melalui tindakan sederhana dalam kehidupan bermasyarakat, seperti menghargai perbedaan, saling membantu dan menjaga hubungan persaudaraan.
Pesan tersebut dinilai relevan bagi Kota Medan yang dihuni masyarakat dengan beragam latar belakang suku, budaya dan kehidupan sosial.
Pemko Medan berharap semangat kebersamaan tersebut terus tumbuh melalui berbagai kegiatan masyarakat, termasuk kegiatan keagamaan dan organisasi kemasyarakatan.
“Inilah semangat yang harus terus kita jaga untuk mewujudkan Kota Medan yang inklusif, maju, dan berkelanjutan, sebagaimana semangat Medan Untuk Semua, Semua Untuk Medan,” pungkasnya.
Peringatan Maulid Nabi bersama Forum Minang Sati pun diharapkan tidak hanya menjadi ajang memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW, tetapi juga memperkuat praktik nilai persaudaraan, kepedulian dan saling menghormati dalam kehidupan masyarakat Kota Medan.













