Menurut ikhyar koalisi Golkar dan PKB lebih realistis di bentuk karena kepentingan politiknya lebih mudah di kompromikan
” Koalisi baru ini lebih realistis terbentuk di sebabkan kepentingan utama dua Partai (PKB-Golkar) bisa terakomodir, Tinggal kompromi aja siapa capres dan siapa Cawapresnya”, Ujar Bung Ikhyar akrab di sapa
Sementara wacana penyatuan dua koalisi atau koalisi besar menurut ikhyar sangat susah terwujud di sebabkan kepentingan anggota koalisi yang tidak terdamaikan
“Jika bergabung dalam koalisi besar (KKIR-KIB) Golkar dan PKB rebutan cawapres yang tak mungkin terdamaikan, di sisi lain gestur politik Prabowo terlihat justru lebih tertarik pada partainya tetapi tidak pada ketumnya untuk di gandeng sebagai cawapres nya, kecuali terpaksa tidak ada pilihan lain,” jelasnya.
Memang Wacana pembentukan koalisi besar yang mencoba menyatukan koalisi Kebangkitan Indonesia Raya (KKIR) yang di gawangi Gerindra-PKB dan poros koalisi Indonesia bersatu yang berisi Partai Golkar, Partai amanat Nasional dan PPP mulai mengalami jalan buntu.
Partai Golkar dan PKB yang berperan menjadi penggerak guna menjalin komunikasi dengan Partai lain justru mulai berbenturan kepentingan
dan saling klaim lebih layak untuk mendampingi Prabowo sebagai cawapres.












