Pj Gubernur juga menyoroti manfaat luar biasa dari konsumsi ikan, mulai dari kesehatan otak, jantung, pencernaan, hingga kulit dan tulang. “Mulai besok, kita akan memantau konsumsi ikan di daerah-daerah. Kita harus memberi contoh terlebih dahulu,” tegasnya.
Selain itu, Fatoni mengungkapkan tantangan lain, yaitu banyaknya makanan siap saji yang lebih diminati, khususnya oleh anak-anak. “Orang tua sering kesulitan mengajak anak-anak makan ikan karena tergiur makanan cepat saji yang belum tentu sehat,” jelasnya. Karena itu, pemerintah berupaya menjadikan konsumsi ikan sebagai budaya dan kebiasaan yang tertanam sejak dini melalui sosialisasi program Gemarikan.
“Seluruh jajaran pemerintah terus mendorong agar makan ikan ini menjadi budaya dan kebiasaan harian,” kata Fatoni.
Dalam kesempatan yang sama, Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan, Budi Sulistyo, turut memberikan apresiasi secara virtual atas kegiatan yang berlangsung selama dua hari pada 12-13 November 2024. “Ini bagian dari upaya mencetak generasi emas pada 2045 yang cerdas dan sehat,” ucap Budi.












