Menurut Robby, penilaian subjektif tersebut dapat menyebabkan ketidakadilan dan diskriminasi. “Kita tidak butuh kata maaf yang hanya diucapkan secara verbal, tapi kita butuh tindakan yang nyata dan adil,” katanya.
Robby juga menegaskan bahwa dirinya berhak memberikan dukungan kepada masyarakat yang berdomisili di lingkungan tersebut. “Saya adalah ketua yang melahirkan Perda ini, dan saya tahu apa yang dibutuhkan oleh masyarakat,” katanya.
Kritikan yang sama juga disampaikan Roma Uli Silalahi, penilaian kelurahan yang tidak profesional dalam menilai kinerja seorang calon catering.
Ia menyampaikan kritiknya tersebut dalam sebuah pertemuan dengan pihak kelurahan.
Roma Uli Silalahi menyesalkan penilaian yang subjektif dan tidak transparan dalam menilai kinerja calon catering.
Ia juga mempertanyakan parameter yang digunakan dalam penilaian tersebut.
“Apakah penilaian hanya berdasarkan like atau dislike? Atau apakah ada objektivitas dalam penilaian tersebut,” tanya Roma Uli Silalahi.
Ia juga membandingkan nilai yang diberikan kepada dua calon catering, Regina dan Patriot.
Menurutnya, Regina memiliki nilai yang lebih tinggi dalam ujian tertulis, namun nilai wawancaranya lebih rendah dibandingkan dengan Patriot.













