“Selain itu kami juga melakukan gotong royong membersihkan area pasar seperti saluran drainase dan toilet termasuk air bersih, bahkan kami juga melakukan pengecatan fasilitas umum yang ada di pasar. Dari jumlah pasar yang kami kelola terdapat 13 pasar yang masuk dalam penilaian Adipura 2024”, ujarnya.
Suwarno juga menjelaskan, pihaknya melalui Kepala Pasar juga telah melakukan sosialisasi dan himbauan untuk tetap menjaga kebersihan kepada para pedagang. Artinya para pedagang kami minta untuk menjaga kebersihan meja dan lapak jualannya, jika bersih maka pengunjung juga akan datang dan berbelanja.
“Besok, kami jajaran PUD Pasar akan menggelar pertemuan dengan pihak ketiga yang terlibat dalam mengelola pasar membahas persiapan penilaian Adipura 2024”, ucapnya.
Ditambahkan Suwarno, di pasar Induk Lau Cih Tuntungan, pihaknya tidak hanya mengumpulkan sampah dan dibuang ke TPA, namun pihaknya mengolah sampah melalui komposting dengan memanfaatkan maggot. Ini berdampak pada berkurangnya jumlah volume sampah yang dihasilkan dari pasar tersebut.
“Pada prinsipnya kami selalu menjaga kebersihan dan keindahan pasar setiap saat. Artinya ada atau tidak adanya Adipura kebersihan tetap kami jaga, terlebih ada penilaian Adipura 2024, maka kami lebih intens menjaga kebersihan pasar”, pungkas Suwarno.












