Medan Kota Multikultural yang Harus Dijaga
Rico Waas dalam kesempatan itu mengingatkan bahwa Kota Medan merupakan kawasan multikultural yang dihuni beragam suku, agama, dan budaya. Karena itu, kerukunan harus terus dirawat.
“Semuanya ada di sini: Batak, Jawa, Mandailing, Karo, Melayu, Tionghoa, Nias, dan lainnya. Itu kekuatan kita. Kita tidak pernah tanya dulu agamamu apa ketika duduk bersama. Kita langsung menyapa, ‘Ayo Pak, silakan makan.’ Itulah kebanggaan kita,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan bahwa kehidupan modern dapat membuat masyarakat semakin individualistis jika tidak diimbangi dengan interaksi sosial.
“Hari besar seperti Natal harusnya jadi momen berkumpul keluarga, makan bersama, saling bertukar cerita. Kalau keluarga kuat, Medan kuat. Kalau Medan kuat, Indonesia lebih baik,” ujarnya.
Perhatian untuk Fasilitas Gereja dan Lingkungan
Menanggapi permohonan Pastor terkait perbaikan cover slab, Wali Kota memastikan Pemko Medan akan menindaklanjutinya dengan catatan fasilitas tersebut tidak dijadikan tempat parkir. Ia juga meminta agar lampu penerangan yang padam segera diperbaiki demi kenyamanan publik.
Mengakhiri sambutannya, ia menyampaikan ucapan selamat menyongsong Natal 2025 kepada seluruh jemaat.
“Yang terpenting, teruslah rukun dan saling mendukung. Mulailah dari keluarga. Semoga Kota Medan semakin maju, baik, dan indah ke depannya,” harapnya.













