“PR terbesar kita di Medan saat ini adalah keadilan dan pemerataan, Medan sudah sebagai kota yang kaya jika dilihat dari pertumbuhan ekonomi yang terjadi, tapi faktanya masih banyak sekali orang miskin di Medan. Sehingga tugas terbesar kita dalam Pilkada kota Medan mendatang adalah mencari calon Walikota yang bisa pro kepada rakyat kecil. Di Medan hari ini kita masih berfokus pada pembangunan fisik yang terjadi tanpa melihat realitas bahwa kebutuhan terbesar masyarakat adalah kehidupan sehari-hari. Sehingga daripada pembangunan-pembangunan yang terus digalakkan dalam penganggaran APBD yang ada, kenapa tidak sebaiknya pemerintah lebih berfokus pada penuntaskan kemiskinan yang ada.” Ujar Liputra.
Dalam diskusi publik SAMBAL “79 tahun Indonesia Merdeka, Medan mau dibawa kemana?” tersebut juga menyoroti aspek persiapan pembangunan bagi para pemuda Kota Medan didalam momentum Pilkada Fahrul Rozi Panjaitan selalu Direktur Eksekutif Prodewa Sumut mengatakan “Mengutip pernyataan Tan Malaka, Indonesia harus merdeka 100%, begitulah Medan hari ini. Seharusnya pemerintah fokus menciptakan merdeka 100%. Apa yang dimaksud merdeka 100%? Merdeka 100% adalah ketika rakyatnya merasakan rasa aman hidup di Kota Medan. Merdeka 100% adalah ketika pendidikan bisa termaksimalkan bagi seluruh masyarakat. Merdeka 100% adalah ketika kemiskinan bisa dituntaskan dan pertumbuhan ekonomi bisa dinikmati oleh seluruh masyarakat. Hari ini Kota Medan jauh dari kata merdeka 100%. Kemiskinan, kriminalitas, pendidikan dsb adalah catatan besar yang perlu diseriusin oleh pemimpin di Kota ini. Dalam momentum Pilkada kali ini SAMBAL adalah sebuah lembaga yang baik, dalam menghasilkan proses itu.













