Sumatera Utara

128 ASN Adu Ketangkasan di Danau Cadika, Lomba Pukul Bantal Berakhir Basah

3
×

128 ASN Adu Ketangkasan di Danau Cadika, Lomba Pukul Bantal Berakhir Basah

Sebarkan artikel ini

Gebyar Kemerdekaan Pemko Medan menghadirkan lomba unik di Taman Cadika pada 23 Agustus 2026, disaksikan Wali Kota Rico Waas dan Wakil Wali Kota Zakiyuddin Harahap.

Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menyaksikan langsung Lomba Pukul Bantal yang berlangsung di Taman Cadika Medan dalam rangka Semarak Korpri Gebyar Kemerdekaan Republik Indonesia, Minggu (23/8/2026). (pelitaharian.id/Foto: Ist)

Medan, pelitaharian.id – Perayaan kemerdekaan di lingkungan Pemerintah Kota Medan berlangsung dengan cara yang tidak biasa. Sebanyak 128 peserta dari unsur pimpinan perangkat daerah dan kewilayahan turun mengikuti Lomba Pukul Bantal di kawasan Taman Cadika Medan, Minggu (23/8/2026).

Pertandingan di atas danau itu menjadi salah satu agenda Semarak Korpri Gebyar Kemerdekaan Republik Indonesia yang digelar Pemko Medan. Adu keseimbangan dan ketahanan tersebut sontak mengundang sorakan penonton ketika peserta harus bertahan di atas batang kayu sambil saling mengayunkan bantal.

Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas bersama Wakil Wali Kota Medan Zakiyuddin Harahap turut hadir menyaksikan jalannya perlombaan. Keduanya terlihat menikmati suasana pertandingan yang berlangsung dalam nuansa hiburan dan kebersamaan antarpegawai.

Salah satu duel yang menjadi perhatian terjadi ketika perwakilan BKPSDM berhadapan dengan Abdul Halim dari Bagian Umum Setda Kota Medan. Pertandingan berlangsung hingga akhirnya Abdul Halim kehilangan keseimbangan dan jatuh ke dalam kolam setelah mendapat pukulan dari lawannya.

Peristiwa itu langsung disambut gelak tawa penonton, termasuk Rico Waas dan Zakiyuddin. Abdul Halim yang tercebur pun tidak menunjukkan kekecewaan. Ia justru menganggap pengalaman tersebut sebagai bagian dari keseruan perayaan kemerdekaan.

“Ya, senang dan seru juga kali ini bisa ikut pertandingan pukul bantal yang digelar Pemko Medan. Semoga tahun depan bisa diadakan lagi dan bisa menang,” kata Abdul Halim.

Berdasarkan laporan pelitaharian.id, perlombaan menerapkan sistem gugur. Peserta ditempatkan berhadapan di atas sebatang kayu dengan posisi kedua kaki menggantung atau menjepit batang tersebut.

Setiap peserta dibekali satu bantal yang digunakan untuk menyerang lawan. Sementara tangan lainnya berfungsi menjaga keseimbangan dengan berpegangan pada batang kayu atau ditempatkan di paha. Peserta yang kehilangan keseimbangan dan jatuh ke air dinyatakan kalah.

Keikutsertaan 128 peserta menunjukkan kegiatan tersebut tidak hanya diarahkan sebagai hiburan, tetapi juga menjadi ruang interaksi bagi aparatur di lingkungan Pemko Medan. Agenda itu mengusung tema “Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur” sebagai bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Selain pukul bantal, rangkaian Gebyar Kemerdekaan Pemko Medan juga diisi sejumlah perlombaan lain. Di antaranya Futsal Gembira Pakai Sarung, Tarik Tambang, Karaoke Lagu Perjuangan/Kemerdekaan, Fashion Show bertema Kemerdekaan, serta Lomba Masak Nasi Goreng Medan.

Rangkaian kegiatan tersebut menjadi sarana membangun suasana kebersamaan di antara aparatur Pemko Medan. Semangat kompetisi dikemas dalam bentuk permainan yang menghibur sekaligus memperkuat kekompakan dan interaksi antarpegawai dalam momentum peringatan kemerdekaan.