Medan, pelitaharian.id – Harapan Sumatera Utara (Sumut) untuk meraih medali di cabang olahraga (cabor) hockey indoor putri berakhir pahit. Dalam laga perebutan medali perunggu melawan Jawa Timur (Jatim) di Gedung Serbaguna Universitas Negeri Medan, Selasa (10/9/2024), Sumut harus mengakui keunggulan Jatim dengan skor telak 0-5.
Pertandingan dimulai dengan tekanan dari Jatim. “Mesin gol” mereka, Lutfi Nur Amalia, tidak membuang kesempatan saat menerima penalty corner di menit awal kuarter pertama. Tendangan kerasnya langsung bersarang di gawang Sumut, mengejutkan kiper yang tidak bisa berbuat banyak.
Lima menit setelahnya, Jatim menggandakan keunggulan berkat aksi Valenia Al Wafi. Sumut berusaha bangkit dengan melancarkan serangan ke pertahanan Jatim, namun upaya mereka kerap terhambat oleh intersep yang dilakukan pemain Jatim. “Kami kurang sabar dalam membangun serangan, jadi semua usaha kami sia-sia,” ungkap pelatih Sumut, Satmoko Hanggoro.
Frustrasi mulai menghinggapi para pemain Sumut ketika Jatim berhasil menambah keunggulan lagi. Lutfi Nur Amalia kembali menunjukkan kehebatannya, kali ini memberi assist kepada Keyssa Vinynda Salsabila di menit ke-18, membuat kedudukan menjadi 4-0.
Walau dalam posisi tertekan, Sumut tidak menyerah. Beberapa rotasi pemain oleh Satmoko berusaha mengubah tempo permainan, dan tampaknya membuahkan hasil. “Kami semakin mendominasi, tapi sayang, peluang tidak dapat dikonversi menjadi gol,” jelas Satmoko. Justru Jatim yang menambah pundi-pundi gol lewat serangan balik cepat di menit ke-28, menutup laga dengan skor 5-0.
Usai pertandingan, Satmoko menyampaikan keprihatinannya. “Pemain-pemain kami belum mampu mengimbangi kualitas teknik dan pengalaman Jatim. Mereka memiliki banyak pemain berpengalaman, termasuk beberapa pemain nasional. Namun, kami tidak berkecil hati. Kami sudah menunjukkan semangat dan determinasi yang tinggi,” katanya. Ia menambahkan, “Sebagian besar pemain kami masih debutan, dan pengalaman ini akan sangat berharga untuk perkembangan mereka di PON mendatang.”
Dengan hasil ini, impian Sumut untuk mendapatkan medali perunggu harus pupus, namun semangat para pemain diharapkan bisa menjadi modal berharga untuk kompetisi di masa depan.












