Scroll untuk baca artikel
Headline

Diduga Cinta Segitiga, CS UNIMED Dianiaya Pemuda Ngaku Anak Dosen inisial “K”

3
×

Diduga Cinta Segitiga, CS UNIMED Dianiaya Pemuda Ngaku Anak Dosen inisial “K”

Sebarkan artikel ini
foto : saat pelaporan

Medan, pelitaharian.id – Seorang Petugas Kebersihan atau Cleaning Service (CS) Suratik melaporkan seorang pria muda yang mengaku anak Dosen UNIMED inisial “K” ke Polsek Medan Tembung, Polrestabes Medan, Jumat (28/06/24), kemarin.

Adapun Surat Tanda Penerimaan Laporan (STPL) No:LP/B/975/VI/2024/SPKT/Polsek Medan Tembung/Polrestabes Medan/Polda Sumatera Utara, yang ditandatangani oleh KA SPKT Sektor Medan Tembung, Aiptu K Dabunke.

Kepada wartawan Minggu, Suratik mengatakan bahwa dirinya dalam kesehariannya bekerja dilingkungan Kampus UNIMED, sekitar pukul 12.00 Wib tepatnya Kamis (27/06/24), ia dipanggil oleh seorang pria muda yang tak dikenalnya dengan nada tinggi kepada dirinya.

Kemudian dia mendatangi pria yang sama sekali tidak dikenal oleh korban atau pelapor bermaksud untuk menanyakan nama dan keperluan memanggil dirinya. Tanpa basa-basi, kemudian orang tak dikenal yang mengaku anak Seorang Dosen di UNIMED dengan inisial “K” langsung marah-marah dengan memukul pelipis sebelah kanan hingga bengkak dan kemudian mendorong ke lantai sehingga tidak bisa berdiri.

Bahkan dalam penuturan korban sebagaimana dalam laporan polisinya tersebut, bahwa terlapor atau pelaku sebelumnya telah mendatangi alamat korban di Dusun IX Kuini Percutseituan, Deliserdang, karena mendapat kabar bahwa ayahnya yang merupakan Dosen di Kampus UNIMED menjalin hubungan asmara dengan korban.

Dikatakannya, saat kejadian pelaku selain melakukan tindakan kekerasan dan penganiayaan di depan umum juga sempat mengambil Hp korban meski akhirnya dikembalikan.

Saat kejadian Suratik langsung dijemput oleh anak dan keponakannya, kemudian membawa keruangan Oknum Dosen UNIMED inisial “K” sehubungan dengan tindakan kekerasan seorang pria yang mengaku anaknya hingga korban bukan saja menderita lebam pada tubuh juga cidera pada bagian pinggang sehingga harus menggunakan kursi roda.

Dikarenakan tidak ada itikad baik dari pihak keluarga pelaku, maka didampingi anak dan keponakannya korban melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Medan Tembung.

Terlebih saat kejadian ada teman seprofesinya dilokasi, satpam yang melerai dan menghentikan pemukulan oleh terlapor terhadap diri korban. Bahkan ini juga disaksikan oleh Mahasiswa UNIMED yang melintas saat kejadian.

Atas kejadian tersebut, pihak keluarga meminta agar pihak Kepolisian secepatnya memproses pelaku yang melakukan kekerasan dan penganiayaan hingga cidera pada pinggang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *