Berita Utama & Headline

Hanyut Saat Seberangi Sungai Belawan, Petani Jagung di Sunggal Ditemukan Tak Bernyawa 11 Km dari Lokasi Awal

57
×

Hanyut Saat Seberangi Sungai Belawan, Petani Jagung di Sunggal Ditemukan Tak Bernyawa 11 Km dari Lokasi Awal

Sebarkan artikel ini

Tim SAR Gabungan Pos Medan Bersama TNI-Polri dan Warga Lakukan Pencarian Tiga Hari Usai Debit Air Meningkat Pascahujan

Personel Basarnas bersama warga mengevakuasi jasad korban dari aliran Sungai Belawan di kawasan Jalan Tani Asli, Dusun II Timur, Desa Tanjung Gusta, setelah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, Rabu (18/2/2026). (pelitaharian.id/Foto: is.)

DELl SERDANG, pelitaharian.id – Upaya pencarian selama tiga hari akhirnya membuahkan hasil. Seorang pria bernama Ian (35) yang dilaporkan hanyut di Sungai Belawan ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Rabu (18/2/2026) sekitar pukul 15.00 WIB.

Korban sebelumnya dilaporkan terseret arus saat menyeberangi sungai di Jalan Tani Asli, Dusun II Timur, Desa Tanjung Gusta, Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deli Serdang. Jasadnya ditemukan sekitar 11 kilometer dari titik awal ia diduga hanyut.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Medan, Hery Marantika, menjelaskan peristiwa bermula pada Senin (16/2/2026) sekira pukul 10.00 WIB. Saat itu korban berusaha menyeberangi Sungai Belawan untuk menuju lahan tempatnya menanam jagung.

“Korban menyeberang sungai karena akan menanam jagung di seberang Sungai Belawan itu,” ujar Hery dalam keterangan persnya, Rabu (18/2/2026).

Menurutnya, kondisi sungai saat kejadian mengalami peningkatan debit air akibat hujan yang mengguyur wilayah tersebut. Arus yang lebih deras dari biasanya diduga membuat korban tidak mampu mempertahankan keseimbangan hingga akhirnya hanyut.

“Upaya pertolongan segera dilakukan oleh warga setempat, namun korban tak kunjung ditemukan sehingga kejadian ini dilaporkan ke Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Medan,” jelasnya.

Menindaklanjuti laporan itu, Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan Pos SAR Medan mengerahkan tim gabungan bersama unsur TNI, Polri, serta masyarakat sekitar. Operasi dilakukan dengan berbagai metode untuk memperluas area pencarian.

Tim SAR memanfaatkan perahu LCR, perlengkapan rope rescue, serta alat keselamatan lainnya. Penyisiran dilakukan di permukaan sungai, pengamatan dari darat, hingga pemindaian menggunakan sonar bawah air.

“Pencarian dilakukan dengan metode penyisiran permukaan, pencarian visual dari darat, dan alat pendeteksi sonar di bawah air,” katanya.

Setelah ditemukan, jenazah korban segera dievakuasi untuk kemudian dibawa ke rumah duka dan diserahkan kepada pihak keluarga.

“Korban ditemukan dalam keadaan meninggal dunia dengan jarak sekitar 11 kilometer dari titik lokasi awal korban hanyut,” tutur Hery.

Ia menegaskan, operasi gabungan tersebut merupakan bentuk komitmen seluruh unsur dalam memberikan respons cepat terhadap kondisi darurat di wilayah perairan.

“Operasi SAR gabungan ini merupakan wujud kerja sama semua pihak untuk memberikan layanan profesional, modern dan teruji saat menghadapi insiden darurat di wilayah perairan. Kami menyampaikan belasungkawa sedalam-dalamnya kepada keluarga korban,” ucapnya.

Pihaknya juga mengingatkan warga agar meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di sekitar aliran sungai, khususnya pada musim hujan ketika debit air berpotensi naik secara tiba-tiba.

“Kami juga mengimbau masyarakat untuk selalu berhati-hati ketika berada di daerah aliran sungai, terutama saat arus deras atau musim hujan,” pungkasnya.