“Tidak hanya sebatas pragmatis, popularitas dan transaksional yang menjadi acuan untuk mendapatkan rekomendasi partai,” tegasnya.
Selaku pemerhati politik lanjut pria yang akrab dipanggil Bang Zul ini pun menyebutkan saat ini masyarakat gundah dengan fenomena semu pencitraan pencitraan daripada tokoh-tokoh yang akan mencalonkan diri sebagai kepala daerah.
Sebab tanpa di barengi integritas dan track record yang jelas serta ide maupun gagasan serta kompetensi visi misi dengan kebutuhan daerah yang dimaksud agar tercapai cita-cita pembangunan daerah harus selaras dalam meningkatkan kesejahteraan dan kemakmuran masyarakat.
Mari semua tokoh-tokoh bangsa khususnya ketua ketua umum partai politik yang diamanatkan oleh UU sebagai pengusung calon-calon pemimpin bersatu padu dan konsen untuk lebih selektif lagi demi keberlangsungan dan eksistensi proses demokrasi kebangsaan kita
“Demi regenerasi dan suksesi kepemimpinan yang lebih baik. Dan Ini juga sebagai upaya penangkal apatisme dan kepercayaan publik terhadap partai politik dengan melihat angka golput yang semakin tinggi di tengah-tengah masyarakat,” ujarnya.(aac)













