“Saat ini banyak sekali paham radikal yang berkedok agama, dan paham-paham radikal itu mencoba menggeser Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara. Padahal Pancasila tidak pernah bertentangan dengan ajaran agama apapun, sehingga tidak layak apabila agama dijadikan kedok untuk menggoyahkan Pancasila,” ujarnya.
Apalagi, sambung Hindratno, Indonesia memang merupakan negara yang terdiri dari berbagai suku dan agama, terkhusus Kota Medan yang sangat dikenal dengan kota yang terdiri dari berbagai suku, agama, etnik dan budaya.
“Kemerdekaan bangsa ini juga didapatkan oleh perjuangan para pahlawan. Khususnya para pejuang tanpa memandang agama, suku dan golongan. Bhineka Tunggal Ika, itulah Pancasila,” ungkapnya.
Sementara itu, Hasyim SE mengaku sepakat dan mendukung langkah Kodim 0201/Medan yang mulai membangun Kampung Pancasila di setiap Kelurahan yang ada di Kota Medan. Sebab dengan begitu, jiwa dan rasa nasionalis warga Kota Medan dapat semakin terbangun sehingga paham-paham radikal dapat dimusnahkan dari Kota Medan.
“Kampung Pancasila ini adalah wujud nyata ketegasan TNI dalam menjaga kedaulatan NKRI. Sebagai Forkopimda di Kota Medan, tentu kami di DPRD Medan sangat mendukung program ini,” tutur Hasyim.













