Dari sisi indikator makro, kondisi pembangunan Kota Medan menunjukkan tren membaik. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) tahun 2025 berada di angka 83,74 poin, atau meningkat 0,51 poin dibandingkan tahun sebelumnya. Pertumbuhan ekonomi juga mengalami kenaikan tipis menjadi 5,10 persen.
Perbaikan juga terlihat pada indikator sosial. Tingkat kemiskinan berhasil ditekan ke angka 7,25 persen, turun 0,69 persen dari tahun 2024. Sementara itu, tingkat pengangguran terbuka tercatat 7,99 persen atau menurun 0,14 persen. Rasio gini sebagai indikator ketimpangan berada di angka 0,3620.
Dalam aspek fiskal, realisasi pendapatan daerah Kota Medan mencapai Rp6,32 triliun atau sekitar 90,79 persen dari target Rp6,96 triliun. Sumber pendapatan tersebut berasal dari PAD sebesar Rp3,09 triliun, pendapatan transfer Rp3,13 triliun, serta lain-lain pendapatan sah Rp100 miliar.
Adapun realisasi belanja daerah mencapai Rp5,83 triliun atau 82,56 persen dari target Rp7,07 triliun. Anggaran tersebut digunakan untuk mendukung berbagai program prioritas, termasuk belanja operasi, belanja modal, dan belanja tidak terduga.













