Persaingan ketat juga terlihat di kategori perorangan putri, di mana Shafira Devi Herfesa dari DI Yogyakarta belum terkalahkan dan memimpin klasemen. Namun, tantangan serius menanti Shafira karena ia belum bertemu dengan pecatur unggulan Irene K Sukandar dari Jawa Barat. Irene telah mengalahkan dua lawan beratnya, Chelsie M. Sihite dari Kalimantan Timur dan Ummi Fisabilillah dari DK Jakarta.
“Jika Irene berhasil mengalahkan Shafira, dia berpotensi meraih medali emas. Irene menunjukkan kualitas tinggi dengan mengalahkan pesaing-pesaing berat sebelumnya,” jelas Endar.
Meskipun Shafira dan Irene meraih angka penuh, Irene tertinggal satu poin karena mendapatkan bye di babak ketiga. “Jika Irene bisa menaklukkan semua lawannya, dia berpeluang unggul. Namun, jika Shafira mengalahkan Irene, dia bisa terus memimpin klasemen,” tambah Endar.
Di kategori beregu putri, tim Jawa Barat dan DK Jakarta saat ini memimpin, dan Endar memperkirakan perebutan gelar juara akan berlangsung ketat antara kedua tim ini, dengan tim Jawa Tengah sebagai pesaing potensial.
Untuk tim tuan rumah Sumut, Endar menyatakan bahwa peluang di perorangan putra cukup berat karena tertinggal dari para pecatur unggulan. “Sumut menghadapi tantangan besar di perorangan putra, dan di beregu putra, tim Sumut kemungkinan akan membuntuti tim-tim unggulan,” pungkas Endar.












