Dalam kesempatan tersebut, Fatoni menambahkan bahwa posisi dan jarak defile barisan kontingen perlu diperhatikan untuk efisiensi waktu. Ia juga menekankan pentingnya persiapan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan hiburan yang akan disuguhkan selama acara, seperti penampilan pemusik tuna netra sebagai bentuk apresiasi.
“Intinya, acara penutupan harus lebih baik dari pembukaan. Ini merupakan kesempatan untuk menunjukkan kualitas dan keseriusan kita dalam menyelenggarakan PON,” ungkap Fatoni.
Ketua Bidang Upacara PB PON XXI Sumut, Mahfullah Pratama Daulay, yang juga menjabat sebagai Kepala Satpol PP Sumut, melaporkan perkembangan persiapan kegiatan penutupan di hadapan seluruh panitia, termasuk Sekretaris Umum Effend Pohan dan seluruh perwakilan dari Pemprov Sumut, TNI, Polri, dan pihak terkait lainnya.













