Muhammad Yunus menjelaskan bahwa aplikasi PakDamkar bukan hanya bertujuan untuk melaporkan kejadian kebakaran, tetapi juga menawarkan berbagai fitur lain yang sangat bermanfaat. “Dalam aplikasi ini, tidak hanya laporan kebakaran yang bisa disampaikan. Masyarakat juga dapat menggunakan fitur untuk registrasi pelatihan, edukasi tentang kebakaran untuk anak-anak, serta pemeriksaan alat pemadam kebakaran di perusahaan atau gedung bertingkat,” jelas Yunus.
Yunus juga menambahkan bahwa untuk dapat mengakses layanan PakDamkar, masyarakat perlu menggunakan aplikasi Medan Smart City, yang sudah terintegrasi dengan berbagai layanan kota. “Registrasinya sangat mudah, cukup dengan NIK yang ada di KTP,” tambahnya.
Selain mementori Muhammad Yunus, Aulia Rachman juga memberikan arahan kepada Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan Kota Medan, Gelora Kurnia Putra Ginting. Gelora Kurnia memperkenalkan proyek perubahan inovatifnya, yakni Teman Kali (Strategi Pemanfaatan Makanan Berlebih Untuk Mewujudkan Kota Medan Bebas Rawan Pangan). Proyek ini bertujuan untuk mengatasi masalah kerawanan pangan di Medan dengan cara memanfaatkan makanan berlebih dari berbagai sumber.













