“Kasihan dong teman-teman kita jauh jauh hari sudah menyiapkan dan mendaftar dengan biaya yang meningkat otomatis membuat mereka berpikir ulang untuk naik haji,” ujarnya.
Kenaikan biaya haji ini sudah pasti berdampak pada penurunan calon jemaah di tahun 2023 ini.
“Itu sudah pasti, karena mereka sudah menghitung misalnya yang berangkat tahun ini, nah itu mereka yang berangkat sudah berhitung-hitung. Kalaupun ada kenaikan itu tidak terlalu signifikan,” jelasnya.
Ia pun berharap, dampak kenaikan biaya haji tersebut jangan sampai membuat calon jemaah mencari pinjaman agar tetap bisa berangkat ke Tanah Suci.
“Tapi jangan sampai orang yang berniat haji karena keterpaksaan ini dia berhutang itu tidak boleh,” terangnya.
Terakhir, Syaiful mengatakan, pemerintah sebaiknya terlebih dahulu mengkaji secara rinci anggaran haji.
“Kami menyarankan pemerintah Indonesia khususnya Menteri Agama untuk menghitung ulang atas jumlah kenaikan yang ditawarkan,” pungkasnya.












