Sementara itu, Rizki Rianda Sembiring mahasiswa stambuk 2019 mengungkapkan, banyak stigma dari masyarakat di luaran yang mengatakan bahwa anggota dewan bekerja tidak becus. “Tidak berpihak pada masyarakat kecil, kebijakannya ngaco dan korupsi. Dan kenapa jalan Selamat Ketaren gak pernah diperbaiki, dan yang terakhir untuk menertibkan manusia silver yang masih berkeliaran di pojok jalan Kota Medan,” tuturnya.
Wong menyebut, stigma masyarakat yang tidak tahu Standar Operasional Kerja (SOP) dari anggota DPRD membuat mereka beranggapan jelek. “Kalau anggapan masyarakat seperti itu, tidak membuat kami marah. Sebab, akibat ketidaktahuan merekalah yang mengakibatkan mereka berpikiran negatif kepada kami. Tak dipungkiri ada oknum anggota dewan yang berbuat buruk, tapi jangan lembaganya yang dibenci,” jelasnya.
Menyikapi masukan dari para mahasiswa/i UMA tersebut, Wong Chun Sen akan menampung seluruh aspirasinya, yang nantinya akan dibicarakan kepada rekan-rekan dewan yang ada di komisi II DPRD Medan, sesuai Daerah Pemilihan (Dapil) nya masing-masing.
“Adik-adik mahasiswa jangan khawatir, semua masukan kalian akan notulen kan, termasuk penertiban manusia silver dan usulan perbaikan jalan Selamat Ketaren. Hal ini akan kami ditindak lanjuti ke pimpinan. Karena jalan tersebut milik Provinsi, Pemko Medan tidak berhak memperbaikinya. Kalau kita yang memperbaiki, akan ditangkap KPK nanti,” pungkasnya.













