Politik & Pemerintahan

4.000 Aren Ditanam di Sergai: Gerakan Hijau Ini Diprediksi Hasilkan Rp8 Miliar Per Bulan!

21
×

4.000 Aren Ditanam di Sergai: Gerakan Hijau Ini Diprediksi Hasilkan Rp8 Miliar Per Bulan!

Sebarkan artikel ini
Foto bersama jajaran Pemkab Sergai, PT Bank Sumut, komunitas lingkungan, dan unsur kehormatan Kerajaan Thailand usai melaksanakan Gerakan Tanam Aren, Sei Rampah, Minggu (27/4/2025). (pelitaharian.id/ist)

Sei Rampah, pelitaharian.id – Pemerintah Kabupaten Serdang Bedagai (Pemkab Sergai) terus menggencarkan aksi nyata dalam menjaga lingkungan hidup sekaligus menggerakkan ekonomi desa. Salah satu langkah terbarunya adalah melalui penanaman 4.000 bibit pohon aren genjah yang disalurkan oleh PT Bank Sumut, dalam rangka memperingati Hari Bumi 2025.

Kegiatan penanaman pohon tersebut dilaksanakan di kawasan bantaran Sungai Belutu, Sei Rampah, dan dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat dan lembaga. Bupati Sergai H. Darma Wijaya melalui Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Heidi Novria, menyampaikan apresiasi dan harapannya terhadap program yang dikemas dalam Gerakan Tanam Aren atau Getaren.

“Kita sangat bersyukur karena kegiatan ini melibatkan relawan lingkungan se-Sumatera Utara. Selain penyerahan 4.000 bibit aren, kita juga melakukan penuangan eco-enzym dan pelepasan bibit ikan nila serta gurami di Sungai Belutu,” kata Heidi saat kegiatan berlangsung, Minggu (27/4/2025).

Heidi juga menegaskan bahwa Getaren bukan hanya program seremonial, melainkan strategi jangka panjang yang menggabungkan antara konservasi lingkungan dan pemberdayaan ekonomi desa.

Ia menjelaskan, seluruh kegiatan ini sejalan dengan visi Pemkab Sergai, yakni “Dambaan Mantab”, yang berarti pembangunan daerah maju, tangguh, dan berkelanjutan.

Heidi juga membeberkan bahwa Indeks Kualitas Lingkungan Hidup (IKLH) Kabupaten Serdang Bedagai pada tahun 2024 mencapai angka 93,39 persen, sebuah pencapaian dengan predikat “sangat baik”. Pemkab Sergai berkomitmen untuk mempertahankan dan bahkan meningkatkan kualitas tersebut, sejalan dengan program nasional pengurangan emisi karbon.

Sementara itu, Direktur Bisnis dan Syariah PT Bank Sumut, Syafrizalsyah, menjelaskan bahwa Getaren merupakan bagian dari program unggulan “Bank Sumut Bangun Desa” tahun ini. Targetnya adalah menanam 64.000 batang aren di seluruh wilayah Sumatera Utara.

“Aren dipilih karena mampu mendukung konservasi tanah dan air, mudah dalam perawatan, serta memiliki nilai ekonomi tinggi dari produk turunannya seperti gula semut, nira, dan serat,” jelas Syafrizalsyah.

Ia menambahkan bahwa aren mulai bisa dipanen dalam waktu empat hingga lima tahun. Setelah panen, pohon ini diperkirakan mampu menjadi sumber pendapatan baru bagi masyarakat dan mendorong tumbuhnya usaha kecil berbasis produk turunan aren, sekaligus meningkatkan Pendapatan Asli Desa (PADes).

Ketua Yayasan Budaya Hijau Indonesia, Bathara Surya Yusuf, juga menyoroti potensi ekonomi besar dari pohon aren. Berdasarkan studi mereka, satu pohon aren bisa menghasilkan Rp80.000 per hari. Dengan produksi aktif selama 25 hari, maka total perputaran ekonomi dari 4.000 batang aren bisa mencapai Rp8 miliar per bulan.

“Penyerahan bibit aren ini adalah bentuk investasi ekonomi hijau jangka panjang yang manfaatnya dapat langsung dirasakan oleh masyarakat desa,” tegas Bathara.

Kegiatan ini menjadi kolaborasi lintas sektor. Selain Pemkab Sergai, hadir pula Forkopimda, Forkopimcam, Yayasan Budaya Hijau Indonesia, unsur kehormatan Kerajaan Thailand, Lions Club, komunitas lingkungan, serta perguruan tinggi dari seluruh Sumatera Utara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *