Olahraga

Open Turnamen Karate Medan Dibidik Jadi Mesin Bibit Atlet Muda

1
×

Open Turnamen Karate Medan Dibidik Jadi Mesin Bibit Atlet Muda

Sebarkan artikel ini

FORKI Medan menyiapkan kompetisi pada 4–6 September 2026 di Gedung Kebun Bunga dengan target sekitar 800 peserta dari 23 perguruan karate untuk memperluas pembinaan atlet pelajar dan umum.

Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menerima audiensi pengurus FORKI Kota Medan yang membahas rencana Open Turnamen Karate Piala Wali Kota Medan di Rumah Dinas Wali Kota Medan, Jalan Sudirman, Selasa (4/8/2026). (pelitaharian.id/Foto: Ist)

MEDAN, pelitaharian.id – Kota Medan bersiap membuka ruang kompetisi yang lebih luas bagi para karateka muda. Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (FORKI) Kota Medan akan menggelar Open Turnamen Karate Piala Wali Kota Medan pada September 2026, dengan sasaran utama menemukan sekaligus mengembangkan talenta baru.

Rencana tersebut mendapat dukungan dari Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas setelah jajaran pengurus FORKI Medan melakukan audiensi di Rumah Dinas Wali Kota Medan, Jalan Sudirman, Selasa (4/8/2026).

Ketua Umum FORKI Kota Medan Yudi Atmaja menjelaskan, kejuaraan dijadwalkan berlangsung selama tiga hari, yakni 4–6 September 2026, bertempat di Gedung Kebun Bunga.

Peserta tidak hanya berasal dari kalangan pelajar. Turnamen tersebut juga membuka kesempatan bagi peserta dari instansi maupun kelas umum sehingga persaingan diharapkan dapat berlangsung lebih luas.

Dalam pertandingan, peserta akan berkompetisi pada dua nomor utama, yakni kata yang menampilkan seni jurus serta kumite yang mempertemukan atlet dalam pertandingan pertarungan.

FORKI Medan menargetkan keikutsertaan sekitar 800 peserta yang berasal dari 23 perguruan karate di bawah naungannya. Jumlah tersebut diharapkan membuat turnamen tidak sekadar menjadi agenda kompetisi, tetapi juga menjadi sarana pemantauan potensi atlet dari berbagai kelompok usia.

Rico Waas menilai kegiatan seperti ini memiliki nilai strategis bagi perkembangan olahraga di Kota Medan. Kompetisi yang mempertemukan banyak perguruan dapat menjadi kesempatan bagi atlet muda untuk mendapatkan pengalaman bertanding sekaligus menunjukkan kemampuan mereka.

“Ini kegiatan yang menarik sekali. Kita harapkan terutama untuk pembinaan atlet-atlet muda karate. Mudah-mudahan acaranya berjalan dengan baik, supaya kelihatan atlet-atlet baru dan bisa mencetak atlet baru, sehingga karate di Kota Medan semakin baik,” ujar Rico Waas.

Dukungan tersebut disampaikan Rico didampingi Asisten Pemerintahan HM Sofyan, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Tengku Chairuniza, serta Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Ahmad Barli Mulia Nasution.

Dengan melibatkan peserta pelajar, turnamen ini sekaligus membuka peluang lebih besar bagi proses regenerasi atlet. Para karateka yang memiliki potensi dapat memperoleh panggung kompetitif untuk berkembang dan dipantau lebih lanjut dalam pembinaan.

Bagi FORKI Medan, target ratusan peserta dari puluhan perguruan juga menjadi modal penting untuk memperkuat ekosistem pembinaan karate di daerah. Kompetisi yang terstruktur diharapkan dapat mempertemukan atlet potensial dengan pengalaman bertanding yang lebih beragam.

Pemko Medan pun berharap pelaksanaan turnamen berjalan lancar dan mampu memberikan kontribusi terhadap peningkatan prestasi karate. Dalam jangka panjang, ajang tersebut diharapkan membantu melahirkan atlet-atlet muda yang dapat mengharumkan nama Kota Medan dalam kompetisi yang lebih tinggi.