Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 21 mencatat penerimaan Rp5,1 triliun, sementara PPh Final tumbuh signifikan sebesar 27% dibandingkan tahun sebelumnya. Namun, sektor industri pengolahan dan pertanian masih terkontraksi, sementara sektor transportasi dan pergudangan tumbuh 23,2%.
Belanja Negara Tingkatkan Pertumbuhan Ekonomi
Di sisi lain, realisasi belanja negara mencapai Rp62,30 triliun atau 86,35% dari pagu anggaran, tumbuh 10,24% secara tahunan. “Belanja ini diarahkan untuk mendukung program prioritas pemerintah dan pemerataan pertumbuhan ekonomi,” ujar Arridel.
Belanja meliputi belanja pemerintah pusat dan transfer ke daerah, yang menjadi motor penggerak berbagai proyek strategis dan layanan masyarakat.
Tantangan di Sektor Kepabeanan dan Cukai
Penerimaan kepabeanan dan cukai hingga November 2024 mencapai Rp2,32 triliun atau 59,65% dari target, namun menurun 11,44% dibandingkan tahun lalu. Penurunan ini dipengaruhi oleh stagnasi harga crude palm oil (CPO) dan kebijakan tarif efektif bea masuk.
“Bea masuk justru tumbuh 2,53%, mencapai Rp1,09 triliun, didorong oleh impor produk seperti beras, gula, dan pupuk NPK,” papar Arridel. Namun, bea keluar mengalami kontraksi tajam 22,47% akibat rendahnya harga referensi CPO.












