Hukum & Kriminal

Belasan Ruko Pajak Pekong Ludes Terbakar, Kerugian Ditaksir Miliaran Rupiah

45
×

Belasan Ruko Pajak Pekong Ludes Terbakar, Kerugian Ditaksir Miliaran Rupiah

Sebarkan artikel ini

Kebakaran Rabu Pagi (18/02/2026) Lumpuhkan Aktivitas Perdagangan di Pekan Labuhan, Dugaan Sementara Korsleting Listrik

Deretan ruko di Jalan Syahbudin Yatim Link 9 tampak hangus dan rata dengan puing, hanya menyisakan kerangka bangunan yang menghitam pascakebakaran, Rabu (18/02/2026). (pelitaharian.id/Foto: Heri Sahputra).

MEDAN, pelitaharian.id – Deretan bangunan rumah toko di kawasan Pajak Pekong, Jalan Syahbudin Yatim Link 9, Pekan Labuhan, Kota Medan, berubah menjadi puing arang setelah dilalap api pada Rabu (18/02/2026) pagi. Sedikitnya 13 unit ruko dan satu minibus hangus terbakar dalam peristiwa yang terjadi sekitar pukul 10.25 WIB tersebut.

Kebakaran muncul saat aktivitas pasar tengah berlangsung padat menjelang Ramadan. Kepulan asap tebal pertama kali terlihat dari salah satu ruko sebelum api dengan cepat menjalar ke bangunan lain yang berdempetan. Dalam hitungan menit, kobaran membesar dan memicu kepanikan di antara pedagang serta pengunjung.

Para pedagang berupaya menyelamatkan barang dagangan semampunya. “Tadi asapnya tiba-tiba tebal sekali, tak lama kemudian api sudah membesar. Kami hanya sempat menyelamatkan sebagian barang,” ujar seorang pedagang yang berada di lokasi saat kejadian. Ia menggambarkan situasi yang berlangsung cepat dan sulit dikendalikan.

Sebuah minibus yang terparkir di sekitar titik api tidak berhasil dipindahkan sehingga ikut terbakar. Warga sekitar menyebutkan api mudah merambat karena konstruksi bangunan saling berhimpitan dan sebagian menyimpan bahan yang mudah tersulut.

Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Medan mengerahkan sejumlah armada ke lokasi untuk memadamkan api. Proses penanganan sempat terkendala akses jalan menuju pusat pasar yang relatif sempit, lapak pedagang yang masih terpasang di bahu jalan, serta kerumunan warga yang memadati area kejadian.

Setelah beberapa jam, api berhasil dikendalikan dan petugas melanjutkan proses pendinginan guna mencegah kemunculan titik api baru. Aparat berwenang masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab kebakaran.

Informasi awal di lapangan mengarah pada dugaan hubungan arus pendek listrik dari salah satu ruko. Namun, kepastian penyebabnya menunggu hasil pemeriksaan resmi.

Tidak terdapat laporan korban jiwa dalam insiden tersebut. Meski demikian, kerugian materiil diperkirakan mencapai miliaran rupiah karena sebagian besar bangunan beserta isinya hangus terbakar. Sejumlah pedagang kini menanti pendataan dan langkah lanjutan dari pemerintah setempat untuk memulihkan aktivitas ekonomi di kawasan tersebut.

Pemerintah daerah berencana melakukan pendataan lanjutan terhadap pedagang terdampak sekaligus mengevaluasi sistem instalasi listrik dan tata kelola pasar, terutama mengingat intensitas kegiatan perdagangan yang biasanya meningkat menjelang bulan suci Ramadan.