Hukum & Kriminal

Dua Nyawa Melayang Akibat Tawuran di Belawan, Polisi Kejar Pelaku Bentrokan Kampung Kolam

47
×

Dua Nyawa Melayang Akibat Tawuran di Belawan, Polisi Kejar Pelaku Bentrokan Kampung Kolam

Sebarkan artikel ini

Dalam sepekan, warga Bagan Deli dan Pekan Labuhan tewas tertembak saat melintas di lokasi konflik kelompok pemuda.

Korban tawuran mendapatkan penanganan medis di ruang Instalasi Gawat Darurat rumah sakit di kawasan Medan Belawan dalam kondisi kritis sebelum dinyatakan meninggal dunia, Minggu (8/2/2026). (pelitaharian.id/Foto: is.)

MEDAN, pelitaharian.id – Situasi keamanan di kawasan pesisir Kota Medan kembali menjadi sorotan setelah dua warga sipil meninggal dunia dalam rentang waktu satu pekan akibat bentrokan antar kelompok pemuda di Kecamatan Medan Belawan.

Peristiwa pertama terjadi pada Minggu (8/2/2026) dini hari. Korban bernama M Dian Iqbal Saragih (33), warga Kelurahan Bagan Deli, tewas setelah terkena peluru nyasar. Saat itu, ia diketahui hendak berangkat berjualan ikan seperti rutinitas biasanya. Namun nahas, di tengah aktivitas tersebut, korban justru menjadi sasaran tak langsung dari aksi tawuran yang terjadi di wilayah tersebut.

Insiden kedua menimpa Kiki Ahmad Febri (21), warga Jalan Jaring Udang V Lingkungan 29, Kelurahan Pekan Labuhan, Kecamatan Medan Labuhan. Korban meninggal dunia setelah terkena tembakan senapan angin.

Kejadian yang merenggut nyawanya berlangsung di kawasan Kampung Kolam, Kelurahan Belawan Bahagia. Berdasarkan informasi yang dihimpun, sepeda motor yang dikendarai korban kehabisan bahan bakar saat melintas di lokasi. Ketika ia mendorong kendaraannya, bentrokan antar kelompok pemuda sedang berlangsung dan korban terjebak di tengah kericuhan hingga akhirnya tertembak.

Kapolsek Belawan, AKP Ponijo, menyampaikan bahwa aparat masih mendalami kasus tersebut untuk mengungkap seluruh pihak yang terlibat.

“Dari dua kasus tersebut, pelaku utama tawuran di Bagan Deli telah berhasil ditangkap oleh Polres Pelabuhan Belawan dalam waktu kurang dari 1×24 jam. Sementara pelaku tawuran di kawasan Kampung Kolam masih dalam pengejaran,” ujarnya.

Kepolisian mengimbau warga agar lebih waspada terhadap potensi bentrokan susulan dan segera melaporkan kepada aparat apabila melihat indikasi terjadinya tawuran. Langkah preventif dinilai penting guna mencegah jatuhnya korban berikutnya, khususnya masyarakat yang tidak memiliki keterlibatan dalam konflik.

Fenomena tawuran yang berulang di kawasan Belawan memunculkan kekhawatiran banyak pihak. Selain penegakan hukum, dibutuhkan peran aktif keluarga, tokoh masyarakat, serta pemerintah daerah dalam membangun pendekatan pembinaan terhadap remaja agar konflik serupa tidak terus berulang dan menimbulkan korban jiwa.