Berita Utama & Headline

Pemuda 28 Tahun Tewas Terseret Arus Sungai di Labura, Korban Ditemukan 500 Meter dari Titik Awal

62
×

Pemuda 28 Tahun Tewas Terseret Arus Sungai di Labura, Korban Ditemukan 500 Meter dari Titik Awal

Sebarkan artikel ini

Setelah pencarian intensif sejak Sabtu, tim SAR gabungan akhirnya menemukan korban pada Senin; Basarnas imbau warga waspada saat beraktivitas di sungai.

Proses evakuasi korban yang ditemukan sekitar 500 meter dari lokasi awal kejadian di Sungai Kualuh Hulu, Labuhanbatu Utara (16/2/2026). (pelitaharian.id/Foto: Istimewa).

LABUHANBATU UTARA, pelitaharian.id – Upaya pencarian terhadap seorang pemuda yang hilang terseret arus di Sungai Kualuh Hulu akhirnya membuahkan hasil. Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Senin (16/2/2026), sekitar 500 meter dari lokasi awal ia dilaporkan hanyut.

Korban diketahui bernama Bambang (28), warga Kecamatan Kualuh Leidong. Informasi yang dihimpun menyebutkan, peristiwa nahas itu terjadi pada Sabtu (14/2) saat korban bersama sejumlah rekannya berada di sekitar sungai. Ketika mencoba menyeberang dengan berenang, ia diduga tidak sanggup menghadapi kuatnya arus sehingga terseret.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Medan, Hery Marantika, menjelaskan bahwa warga setempat sempat berupaya melakukan pencarian secara mandiri sebelum melapor ke pihak berwenang. “Warga di lokasi sempat melakukan pencarian secara manual, namun belum membuahkan hasil. Kejadian kemudian dilaporkan kepada Basarnas Medan,” ujarnya.

Menerima laporan tersebut, tim dari Pos SAR Tanjung Balai Asahan segera diberangkatkan menuju lokasi untuk melaksanakan operasi pencarian. Tim melakukan penyisiran aliran sungai menggunakan perahu karet, disertai pemantauan di sepanjang bantaran guna memperluas area pencarian.

Operasi ini melibatkan berbagai unsur, mulai dari TNI, Polri, BPBD, relawan, hingga masyarakat sekitar. Kolaborasi lintas instansi dinilai mempercepat proses pencarian sehingga korban dapat ditemukan dalam waktu relatif singkat.

Setelah proses evakuasi selesai, jenazah korban diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan. Pihak Basarnas turut menyampaikan belasungkawa atas musibah tersebut serta apresiasi kepada seluruh personel dan warga yang terlibat dalam operasi.

Hery juga mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati ketika beraktivitas di perairan, khususnya saat musim hujan yang menyebabkan debit air meningkat dan arus menjadi lebih deras. “Kami juga mengingatkan orang tua agar selalu mengawasi anak-anak. Sungai bukan tempat bermain yang aman, khususnya saat kondisi air tinggi,” kata Hery.

Peristiwa ini kembali menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan dan penilaian risiko sebelum beraktivitas di sungai, terutama di wilayah yang dikenal memiliki arus kuat.