Politik & Pemerintahan

Bupati dan Wabup Sergai Salat Id Bersama Warga: Seruan Silaturahmi dan Persatuan, Idulfitri 1446 H Momen Penyatuan Hati

17
×

Bupati dan Wabup Sergai Salat Id Bersama Warga: Seruan Silaturahmi dan Persatuan, Idulfitri 1446 H Momen Penyatuan Hati

Sebarkan artikel ini
Bupati Sergai H. Darma Wijaya didampingi Wakil Bupati Sergai H. Adlin Tambunan turut hadir dalam pelaksanaan ibadah Salat Id Masjid Agung Sergai pada Senin (31/3/2025). (pelitaharian.id/ist)

Sei Rampah, pelitaharian.id – Perayaan Hari Raya Idulfitri 1446 H/2025 M di Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) berlangsung khidmat dan lancar. Ribuan masyarakat dari berbagai daerah memadati Masjid Agung Sergai pada Senin (31/3/2025) pagi untuk melaksanakan Salat Id.

Bupati Sergai, H. Darma Wijaya, bersama Wakil Bupati H. Adlin Tambunan turut hadir di tengah-tengah jamaah. Mereka didampingi oleh Ketua TP-PKK Kabupaten Sergai, Ny. Hj. Rosmaida Saragih Darma Wijaya, Ketua GOPTKI Sergai, Ny. Hj. Aini Zetara Adlin Tambunan, serta sejumlah pejabat Forkopimda dan tokoh masyarakat lainnya. Tak ketinggalan, Pj. Sekdakab Sergai, Rusmiani Purba, serta ASN dan masyarakat setempat turut meramaikan acara tersebut.

Usai melaksanakan Salat Id, Bupati Darma Wijaya menyampaikan bahwa Idulfitri merupakan waktu yang tepat untuk merefleksikan diri, memperbaiki hubungan sosial, serta mempererat persaudaraan. “Hari ini adalah hari kemenangan setelah sebulan penuh kita menjalani ibadah puasa. Kita kembali suci dan bersih. Mari kita jadikan momen ini sebagai ajang memperkuat silaturahmi, meningkatkan kepedulian terhadap sesama, dan mempererat persaudaraan di antara kita,” ungkapnya dengan penuh semangat.

Bupati juga menekankan pentingnya untuk menjaga semangat kebaikan yang telah dibangun selama Ramadan. “Jangan sampai semangat berbagi, kepedulian sosial, dan ketakwaan yang kita bangun selama Ramadan luntur begitu saja. Mari kita terus menebar kebaikan dan menjadikan kebersamaan ini sebagai kekuatan untuk membangun Sergai yang lebih baik,” tambahnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Adlin Tambunan menekankan pentingnya menjaga semangat gotong royong dan kebersamaan dalam kehidupan bermasyarakat. “Idulfitri adalah momen yang mengajarkan kita untuk saling memaafkan dan kembali kepada fitrah. Mari kita jadikan hari raya ini sebagai awal baru untuk lebih peduli terhadap sesama, menjaga persatuan, dan terus menumbuhkan nilai-nilai kebersamaan dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Adlin Tambunan.

Wakil Bupati juga mengajak seluruh masyarakat untuk melihat perbedaan sebagai kekuatan yang dapat memperkuat kebersamaan. “Sergai ini milik kita semua. Mari kita jaga keharmonisan dan persatuan dengan saling menghargai, serta terus bersinergi demi kemajuan bersama,” tambahnya.

Dr. Faisal Riza, yang membawakan khutbah Idulfitri, mengingatkan kepada jamaah tentang makna mendalam dari Idulfitri sebagai hari kemenangan setelah sebulan penuh menjalani ibadah puasa. Dalam khutbahnya, Dr. Faisal menekankan pentingnya saling memaafkan sebagai bagian dari penyucian diri. “Nabi Muhammad SAW mengajarkan kita untuk tidak membalas dendam, melainkan bersabar dan memaafkan, seperti yang beliau lakukan setelah kehilangan pamannya, Hamzah. Mari kita jadikan momen ini sebagai pengingat untuk saling memaafkan demi keharmonisan dan kedamaian,” ujar Dr. Faisal.

Dosen Universitas Islam Negeri Sumatera Utara ini juga mengkritik kondisi masyarakat modern yang sering kali diliputi oleh konflik dan kesenjangan sosial. “Islam mengajarkan kita untuk selalu optimis, menolak pesimisme, dan mengutamakan kasih sayang. Mari kita hindari permusuhan dan dendam, dan perbaiki diri dengan saling memaafkan,” tambahnya.

Menurutnya, memaafkan bukanlah tanda kelemahan, melainkan bentuk kekuatan dan kemurahan hati. “Dengan memaafkan, kita membebaskan diri dari beban dendam dan kebencian, serta memulai hidup dengan hati yang bersih dan pikiran yang jernih,” tuturnya.

Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa menghilangkan amarah dan dendam merupakan bagian dari keutamaan seorang mukmin. “Kesabaran adalah jalan terbaik yang diajarkan oleh Allah SWT. Kita diajarkan untuk menahan amarah, menghindari prasangka buruk, serta mencari jalan damai dalam setiap perbedaan,” jelasnya.

Dr. Faisal juga mengajak seluruh jamaah untuk menjadikan Idulfitri sebagai titik awal untuk kehidupan yang lebih baik. “Mari kita lanjutkan semangat kebaikan yang telah kita bangun selama Ramadan. Jadikan hari ini sebagai awal untuk memperbaiki diri, memperkuat silaturahmi, serta terus menebarkan kasih sayang dan perdamaian di tengah masyarakat,” tutupnya.

Suasana perayaan Idulfitri di Sergai pun berlangsung penuh kebersamaan. Setelah Salat Id, masyarakat saling bersalaman, bermaaf-maafan, dan merayakan kebersamaan dengan penuh suka cita.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *