Penanganan Dijadwalkan Segera
Pemko Medan berencana menindaklanjuti temuan tersebut dengan melakukan pemetaan terhadap titik-titik saluran yang bermasalah.
Zakiyuddin mengatakan koordinasi akan dilakukan bersama camat dan lurah untuk mengidentifikasi bagian drainase yang belum terkoneksi ataupun mengalami hambatan aliran.
“Insyaallah minggu depan langsung kita tindaklanjuti. Kita akan berkoordinasi dengan camat dan lurah untuk menyisir titik-titik mana saja yang paritnya tidak terhubung ke parit besar, atau ada bagian yang memutus aliran air,” ujar Zakiyuddin Harahap di sela-sela peninjauan.
Ia menilai konektivitas menjadi salah satu unsur penting dalam penataan sistem drainase. Saluran yang terputus dapat membuat air tertahan karena tidak memiliki jalur lanjutan menuju saluran utama.
Karena itu, pembenahan drainase tidak hanya menyangkut pengerukan material yang mengendap, tetapi juga memastikan jaringan antarsaluran dapat berfungsi secara terintegrasi.
Sampah Jadi Persoalan yang Harus Dikendalikan
Selain persoalan konstruksi dan konektivitas saluran, Wakil Wali Kota Medan juga mengingatkan masyarakat mengenai pentingnya menjaga kebersihan parit.
Menurutnya, pembangunan maupun perbaikan infrastruktur drainase perlu dibarengi dengan perilaku masyarakat yang tidak menjadikan saluran air sebagai tempat membuang sampah.
Zakiyuddin meminta warga ikut menjaga kondisi lingkungan di sekitar tempat tinggal masing-masing agar saluran yang telah dibersihkan maupun diperbaiki tidak kembali tersumbat.
“Saya berharap masyarakat ikut menjaga dan merawat lingkungan, khususnya parit di sekitar tempat tinggal. Jangan buang sampah sembarangan. Mari kita sama-sama jaga kebersihan agar Kota Medan bebas banjir,” tegasnya.












