“Jadi kurikulum yang baik itu adalah kurikulum yang hidup dengan zamannya sekarang, yaitu era digitalisasi. Melalui kurikulum merdeka, guru akan diberikan kesempatan untuk terus belajar dan mengembangkan kompetensinya kapan pun dan dimana pun guru belajar,” katanya.
Selanjutnya, Linda menyampaikan penerapan kurikulum merdeka dalam mewujudkan merdeka belajar dan merdeka mengajar harus mengutamakan adanya kolaborasi. Hal ini dikarenakan kurikulum merdeka bersifat konten, bersifat karakter, dan menanamkan nilai-nilai profil pelajar Pancasila dalam setiap prosesnya.
“Setelah kita lakukan bimtek pada beberapa sekolah di Dairi, maka sekolah-sekolah tersebut mulai melaksanaan kurikulum merdeka dengan memberdayakan karakteristik anak dan karakteristik lingkungan untuk pengembangan minat dan bakat anak didik,” katanya.
Sebelumnya, kata Linda, sekolah-sekolah di Indonesia sempat mengalami loss learning (menurunnnya pengetahuan dan keterampilan secara akademis) akibat pandemic covid-19 yang mengharuskan siswa melakukan pembelajaran secara daring dalam waktu yang sangat lama yang juga berdampak bagi karakter anak didik.












