Mendengar permohonan kerjasama dalam workshop tersebut, Kepala Diknas Sumatera Utara, Arsen Nasution respon positif menyambut ide ide yang ditawarkan FPBD Sumut.
“Kita sukseskan acara ini agar guru-guru tersebut mampu menulis cerita rakyat daerah. Dan akan kita bantu program acara ini secepatnya dan ini penting. Pak Pj Gubsu kita minta untuk.membukanya,” sebut Arsen.
Dikatakan buku-buku cerita rakyat yang dihasilkan itu kemudian akan kita jadikan sebagai buku wajib muatan lokal (mulok) di sekolah-sekolah untuk tingkat SMP, SMA maupun SMK.
“Seperti cerita-cerita rakyat dari Mandailing Natal, Nias, Langkat, Tanah Karo serta daerah lainya akan kita bukukan. Dan buku cerita rakyat ini juga nantinya akan bisa jadi oleh- oleh Pak Gubernur,” ujar Arsen.
“Ya biar jadi buah tangan Gubernur,” kata Datuq Adil.l menimpali.
“Kita pacu pada tahun ajaran baru, buku cerita rakyat ini akan jadi muatan lokal. Dalam rapat selanjutnya akan kita masukan buku ini jadi pegangan. Dinas Pendidikan Sumut akan tindak lanjut tentang kontennya dan seterusnya akan kita jadikan perlombaan cerita rakyat dan kita akan perlombakan karena ada penghargan disitu. Hasil produk lembaga ini akan kita lanjutkan secara berkesinambungan,” urai Asren.












