Pendidikan

Sekolah Rakyat Medan Tuntungan Cetak Harapan Baru, Cita-cita Siswa Kini Makin Tinggi

1
×

Sekolah Rakyat Medan Tuntungan Cetak Harapan Baru, Cita-cita Siswa Kini Makin Tinggi

Sebarkan artikel ini

Kunjungan Rico Waas mengungkap antusiasme siswa setelah MPLS. Sekolah Rakyat Terintegrasi 2 kini menampung 470 siswa dengan fasilitas pendidikan, asrama dan pembinaan karakter yang terintegrasi.

Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas saat meninjau aktivitas dan fasilitas sekolah Terintegrasi 2 di Jalan Flamboyan II, Medan Tuntungan, Rabu (28/5/2026). (pelitaharian.id/Foto: Ist)

MEDAN, pelitaharian.id – Perubahan semangat siswa menjadi perhatian Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas saat mengunjungi Sekolah Rakyat Terintegrasi 2 di Jalan Flamboyan II, Medan Tuntungan, Rabu (28/5/2026). Tidak hanya meninjau fasilitas, Rico melihat langsung proses adaptasi para siswa setelah menjalani Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).

Kunjungan tersebut menjadi kesempatan bagi Rico untuk berinteraksi dengan para siswa. Ia menyaksikan aktivitas pagi di lapangan, melihat penampilan Paskibra, kemudian berbincang dengan anak-anak mengenai pengalaman mereka selama mengikuti kegiatan di sekolah tersebut.

Rico didampingi Kepala Dinas Sosial Khoiruddin Rangkuti, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Ahmad Barli Mulia Nasution serta Kepala Dinas SDABMBK Khairul Azmi. Di lokasi, Rico juga disambut Kepala Sekolah Rakyat Syahrial Saputra, Danramil 0201/07 Medan Tuntungan dan Kapolsek Medan Tuntungan.

Bagi Rico, salah satu hal paling mencolok dalam kunjungan itu adalah kemampuan siswa beradaptasi dengan lingkungan sekolah yang mengedepankan kedisiplinan. Bahkan siswa baru disebut mampu mengikuti berbagai aktivitas secara cepat.

“Anak-anaknya saya melihat semangatnya penuh dan sangat kompak. Padahal ada yang baru masuk, bukan murid yang existing, tapi adaptasinya cepat sekali. Tiba-tiba sudah rapi baris-berbarisnya, sudah bisa yel-yel, bahkan ada yang menari dan menyanyi. Ketika masa MPLS kemarin mereka beradaptasi dengan sangat baik dan merasa senang berada di sini,” ujar Rico Waas.

Menurut Rico, perubahan tersebut juga terlihat dari keberanian siswa dalam menetapkan cita-cita. Jika pada masa awal pembentukan Sekolah Rakyat sebagian anak masih belum memiliki gambaran kuat mengenai masa depannya, kini mereka mulai berani menetapkan profesi yang ingin dicapai.

“Sekarang cita-cita mereka sudah jauh lebih mantap. Ada yang ingin jadi Kowad, Tentara, Polisi, Hakim, hingga Pengusaha. Kejar cita-cita setinggi-tingginya dengan fasilitas yang sudah diberikan ini. Tetap semangat, jaga kekompakan, dan jadilah kebanggaan keluarga,” pesan Rico membakar motivasi para siswa.

Rico menilai keberadaan Sekolah Rakyat menjadi bagian penting dari upaya memberikan akses pendidikan berkualitas bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu secara finansial. Program tersebut merupakan bagian dari program nasional Presiden RI Prabowo Subianto.

“Dengan adanya program nasional ini, Pemko Medan berkomitmen mengawal tumbuh kembang anak-anak agar kelak mampu memutus rantai kemiskinan dan membenahi ekonomi keluarganya”, ujar Rico Waas.

Karena itu, perhatian tidak hanya diberikan kepada peserta didik. Para guru juga diminta menjadi bagian penting dalam membangun lingkungan pendidikan yang mampu memberikan rasa aman sekaligus dukungan emosional kepada siswa.

“Kepada para guru, kami titipkan anak-anak ini. Berikanlah pengajaran dengan hati, rasa kekeluargaan yang erat, dan kualitas pendidikan yang terbaik,” pungkas Rico Waas.

Sementara itu, Kepala Sekolah Rakyat Syahripal Syahputra menjelaskan bahwa Sekolah Rakyat Terintegrasi 2 kini telah beroperasi sebagai satu kawasan pendidikan terpadu. Siswa yang sebelumnya berasal dari berbagai lokasi rintisan kini dihimpun dalam fasilitas yang sama.

Kompleks tersebut tidak hanya menyediakan ruang pembelajaran untuk jenjang SD, SMP dan SMA. Berbagai fasilitas pendukung juga tersedia untuk menunjang aktivitas siswa selama mengikuti pendidikan.

Di antaranya terdapat aula utama dan masjid yang masing-masing memiliki kapasitas 1.080 orang, serta ruang ibadah khusus bagi siswa Kristiani.

“Terdapat juga asrama terpadu, baik itu asrama terpisah untuk siswa putra, siswa putri, serta asrama tenaga pengajar yang dilengkapi dengan ruang makan bersama. Fasilitas lainnya terdapat juga lapangan olahraga mini soccer berstandar internasional serta fasilitas guesthouse”, Jelasnya.

Dari sisi pembinaan, para siswa baru saja melewati tahapan MPLS dan kemudian mengikuti program pembentukan karakter serta disiplin melalui Bakti Taruna 2026. Program tersebut mendapat pembinaan langsung dari Taruna Akademi Militer (Akmil) dan dijadwalkan berlangsung hingga Jumat (7/8).

Tahapan pendidikan selanjutnya adalah matrikulasi. Program tersebut diperlukan karena Sekolah Rakyat menggunakan sistem multi-entry, sehingga peserta didik dapat diterima dari berbagai tingkatan kelas.

“Setelah rangkaian kegiatan Bakti Taruna selesai, pihak sekolah akan melanjutkan ke tahap matrikulasi. Mengingat Sekolah Rakyat menerapkan sistem multi-entry (penerimaan siswa dari berbagai tingkatan kelas), asesmen ini penting untuk memetakan level kemampuan siswa sebelum mereka ditempatkan di kelasnya masing-masing”, ujarnya.

Untuk tahun ajaran 2026/2027, sekolah menyediakan 18 rombongan belajar (rombel) untuk jenjang SD, 9 rombel SMP dan 9 rombel SMA.

Jumlah peserta didik baru yang bergabung mencapai 270 siswa. Mereka kemudian terintegrasi bersama 200 siswa dari tahun ajaran sebelumnya, sehingga total siswa yang berada dalam kawasan Sekolah Rakyat Terintegrasi 2 mencapai 470 orang.

Dengan fasilitas yang semakin lengkap dan pola pembinaan yang menggabungkan pendidikan akademik, karakter serta kedisiplinan, Sekolah Rakyat Terintegrasi 2 diarahkan menjadi ruang bagi anak-anak untuk membangun kepercayaan diri sekaligus memperluas peluang mereka dalam meraih cita-cita.