MEDAN, pelitaharian.id – Pemerintah Kota Medan memperluas upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pelatihan literasi digital yang menyasar pelajar sekolah menengah pertama (SMP). Program tersebut menjadi langkah awal untuk membangun kemampuan generasi muda dalam menghadapi perkembangan teknologi, termasuk pemanfaatan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).
Melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kota Medan, kegiatan bertajuk “Literasi Digital untuk Gen Z” digelar sebagai wadah pembelajaran bagi siswa agar lebih siap menghadapi tantangan transformasi digital yang berkembang semakin cepat.
Program edukasi ini tidak hanya memperkenalkan teknologi AI, tetapi juga mengajarkan cara memanfaatkannya secara bertanggung jawab, produktif, dan memberikan manfaat dalam proses belajar maupun pengembangan keterampilan di masa depan.
Kepala Dinas Kominfo Kota Medan, Arrahmaan Pane, S.S.T.P., M.A.P., menyampaikan bahwa penguasaan teknologi menjadi bekal penting bagi generasi muda agar mampu bersaing di tengah perubahan zaman.
“Kedepannya skill teknologi Adik-adik harus dikuasai. Siapa yang bisa menguasai teknologi, dialah yang menguasai dunia. Kita ingin mendekatkan anak-anak Kota Medan ke dunia digital agar mereka memahami dan tertarik mengembangkan potensi diri, termasuk memanfaatkan AI secara positif,” ujar Arrahmaan saat kegiatan berlangsung didampingi Kepala SMP Negeri 1 Medan, Hj. Rohanim, S.Pd., M.M.
Menurutnya, Indonesia memiliki banyak pelajar yang berpotensi berkembang menjadi talenta digital berkelas dunia apabila mendapatkan pembinaan sejak usia sekolah. Karena itu, peningkatan kompetensi digital menjadi salah satu investasi penting untuk mencetak sumber daya manusia yang unggul.
Sementara itu, Kepala Bidang Aplikasi dan Informatika Dinas Kominfo Kota Medan, Ahmad Khaidir, S.Kom., M.T., mengungkapkan bahwa pelatihan tersebut akan dilaksanakan secara bertahap di berbagai sekolah menengah pertama di Kota Medan.
“Kita akan melaksanakan pelatihan terhadap anak-anak SMP di Kota Medan. Targetnya ada 25 SMP dengan total peserta sekitar 5.000 siswa. Melalui pelatihan ini, kita ajarkan bagaimana menggunakan AI secara bijak, tepat, dan produktif,” jelas Ahmad Khaidir.
Ia menambahkan, kegiatan tersebut diharapkan mampu meningkatkan ketertarikan pelajar terhadap dunia teknologi sekaligus menjadi sarana menemukan bibit-bibit talenta digital yang dapat dikembangkan melalui pembinaan lanjutan.
“ Ke depannya, para siswa yang memiliki potensi akan terus dibina untuk meningkatkan kemampuannya agar dapat memberikan kontribusi positif bagi kemajuan Kota Medan,” tutupnya.
Pemanfaatan AI saat ini semakin luas di berbagai bidang, mulai dari pendidikan, industri kreatif, pelayanan publik hingga dunia kerja. Melalui pelatihan literasi digital ini, Pemko Medan berharap para pelajar mampu memahami peluang sekaligus risiko penggunaan teknologi, sehingga dapat memanfaatkannya secara etis, aman, dan memberikan nilai tambah bagi masa depan mereka.












