“Komitmen kita adalah bagaimana akses lapangan pekerjaan itu dipermudah, tidak hanya diperbanyak, tetapi dipermudah. Jangan sampai lowongan ada, tapi masyarakat tidak tahu di mana mencarinya,” tegasnya.
Sebagai bagian dari penguatan kualitas tenaga kerja, Pemko Medan juga menjalin sinergi dengan Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Medan. Langkah ini difokuskan pada peningkatan keterampilan, mulai dari kemampuan komunikasi hingga penguasaan teknologi.
“Yang terpenting adalah kualitas. Siapkan juga diri. Kalau kita yakin punya skill dan kapasitas, insyaallah bisa diterima dengan baik,” pesannya.
Program ini juga direncanakan untuk diperluas ke sejumlah wilayah lain di Kota Medan, termasuk kawasan pinggiran, guna memastikan pemerataan akses bagi seluruh lapisan masyarakat.
Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kota Medan, Ramaddan, menyampaikan bahwa program ini dirancang untuk mendukung target penempatan 10.000 tenaga kerja sepanjang tahun 2026.
Ia menjelaskan, pendekatan walk-in interview memberikan solusi konkret atas kendala yang selama ini dihadapi pencari kerja, terutama terkait minimnya respons dari lamaran yang diajukan.












