Politik & Pemerintahan

Geopark Kaldera Toba Kembali Raih Green Card UNESCO, Azizul: Buah Kerja Keras Semua Pihak

22
×

Geopark Kaldera Toba Kembali Raih Green Card UNESCO, Azizul: Buah Kerja Keras Semua Pihak

Sebarkan artikel ini
Penyerahan plakat kenang-kenangan dari Gubernur Sumut Bobby Nasution kepada Pengurus GGN yang diterima langsung oleh Zouros Nikolaos, Presiden Dewan Eksekutif Global Geoparks Network, di Kutralkura, Chile, Sabtu (6/9/2025). (pelitaharian.id/Foto: Istimewa).

MEDAN, pelitaharian.id – Geopark Kaldera Toba kembali menorehkan prestasi membanggakan di kancah internasional. Kawasan wisata geologi kebanggaan Sumatera Utara ini kembali meraih status Green Card (kartu hijau) dalam keanggotaannya di jaringan UNESCO Global Geopark (UGGp).

Status tersebut ditetapkan dalam Sidang Komite Eksekutif ke-11 Konferensi Global Geopark Network (GGN) yang berlangsung di Kutralkura, La Araucania, Chile, Sabtu (6/9/2025) waktu setempat.

General Manager Badan Pengelola (BP) Toba Caldera UGGp, Azizul Kholis, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas pencapaian itu. Menurutnya, Green Card merupakan hasil dari kerja keras semua pihak, khususnya dukungan Gubernur Sumatera Utara, Bobby Afif Nasution, yang terus mendorong kolaborasi dalam pengelolaan Kaldera Toba.

“Kami berharap capaian ini menjadi momentum untuk meningkatkan kerja sama dalam pengelolaan Kaldera Toba. Harapannya, keberhasilan ini dapat lebih nyata memberikan manfaat bagi masyarakat lokal,” ujar Azizul.

Selain gubernur, Azizul juga memberikan apresiasi kepada organisasi perangkat daerah (OPD) Pemprov Sumut, pemerintah kabupaten/kota di kawasan Danau Toba, hingga pemerintah pusat. Ia menegaskan, tanpa dukungan semua pihak, mustahil status Green Card dapat kembali diraih.

Konferensi Internasional GGN yang berlangsung 5–12 September 2025 di Kutralkura, Chile, dihadiri delegasi resmi dari berbagai negara. Selain Kaldera Toba, Indonesia juga berhasil mempertahankan status dua geopark lainnya, yakni Ciletuh–Pelabuhan Ratu dan Rinjani.

Keputusan tersebut dibacakan langsung oleh Setsuya Nakada, pimpinan sidang. Pada kesempatan itu, Azizul turut menyerahkan plakat kenang-kenangan dari Gubernur Sumut kepada Zouros Nikolaos, President of The Executive Board of The Global Geoparks Network.

Sebelumnya, UNESCO memberikan beberapa rekomendasi yang harus dipenuhi oleh Geopark Kaldera Toba. Rekomendasi itu meliputi pengelolaan warisan geologi, identifikasi warisan alam dan budaya, warisan tak benda, visibilitas dan kemitraan, hingga jejaring serta pelatihan.

Sebagai informasi, status Green Card merupakan penilaian tertinggi dalam keanggotaan GGN. Dengan status ini, Geopark Kaldera Toba resmi mempertahankan predikat UGGp untuk empat tahun ke depan. Kartu hijau juga menjadi indikator bahwa standar pengelolaan kawasan sudah sesuai protokol internasional. Setiap anggota UGGp wajib menjalani revalidasi setiap empat tahun sekali.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *