Kalau di China, lanjut Wong yang juga Ketua Dewan Pengurus Daerah Generasi Muda Buddhis Indonesia (DPD Gemabudhi) Sumatera Utara mengucapkan, perayaan tersebut ditetapkan sebagai hari libur nasional. Momen ini biasanya dimanfaatkan oleh warga Tionghoa untuk pulang kampung demi bisa berkumpul bersama keluarga. Mereka akan saling berbagi kue bulan, makan malam bersama, dan menikmati bulan bersama-sama di momen perayaan tersebut.
“Festival ini memiliki nama yang berbeda dan festival yang berlangsung di pertengahan musim gugur ini tak hanya dirayakan oleh masyarakat Tionghoa. Orang Jepang juga turut merayakan dengan cara tsukimi atau melihat bulan. Sementara di Korea, mereka memperingatinya dengan berkunjung ke rumah para leluhur,” terang Wong yang juga politisi dari Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Medan.
Lebih lanjut, pantauan awak media di lokasi, usai perayaan malam kebersamaan Bulan Purnama yang diadakan Walubi Sumut ini, tampak diadakan undian berhadiah seperti elektronik dan hadiah utama satu unit sepeda motor matic merk Yamaha.
Penulis: Arya
Editor: Cut Riri













