Opini

Hidup dan Mati: Dilema Hukum dalam Pengambilan Keputusan Medis

×

Hidup dan Mati: Dilema Hukum dalam Pengambilan Keputusan Medis

Sebarkan artikel ini
Bani Silvanus Pinem, Mahasiswa Ilmu Hukum Universitas Sumatera Utara. (Pelitaharian.id/ist)
1. Undang-Undang Nomor 29 Tahun 2004 tentangPraktik Kedokteran: Undang-undang inimengatur tentang penyelenggaraan praktikkedokteran, termasuk kewajiban dokter untukmemberikan pelayanan kesehatan yang bermutudan sesuai dengan standar profesi. Undang-undang ini juga mengatur tentang hak pasienuntuk mendapatkan informasi yang lengkap dan benar tentang kondisi kesehatannya.
2.  Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentangKesehatan: Undang-undang ini mengatur tentangpenyelenggaraan kesehatan secara umum, termasuk hak dan kewajiban pasien, serta standarpelayanan kesehatan. Undang-undang ini juga mengatur tentang transplantasi organ dan jaringantubuh.
3.  Kode Etik Kedokteran Indonesia: Kode etik inimerupakan pedoman bagi dokter dalammenjalankan praktik kedokteran. Kode etik inimemuat prinsip-prinsip etika yang harus dipatuhioleh dokter, termasuk prinsip otonomi pasien, beneficence, non-maleficence, dan justice.

Peran keluarga dalam pengambilan keputusan medissangatlah signifikan, terutama ketika pasien tidakmampu memberikan persetujuan atau ketikakondisinya memburuk secara drastis. Keluargaseringkali menjadi suara pasien, memberikandukungan emosional, dan membantu dalammembuat keputusan yang sulit.

Mengapa Peran Keluarga Penting?

Sumpah Pemuda Pemko Medan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *