Sumatera Utara

IKANAS Sumut Gelar Maulid Nabi 1448 H, Dirangkai Syukuran HUT Erwan Rozadi Nasution ke-63 dan Dra. Hj. Ermalia Nasution, Akhlak Rasul Jadi Teladan

4
×

IKANAS Sumut Gelar Maulid Nabi 1448 H, Dirangkai Syukuran HUT Erwan Rozadi Nasution ke-63 dan Dra. Hj. Ermalia Nasution, Akhlak Rasul Jadi Teladan

Sebarkan artikel ini

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H di Deli Serdang dirangkai syukuran ulang tahun Erwan Rozadi Nasution dan Dra. Hj. Ermalia Nasution serta penguatan silaturahmi keluarga besar IKANAS.

Ketua DPD IKANAS Sumatera Utara Ir. H. Erwan Rozadi Nasution terlihat menyambut tamu undangan dalam rangkaian kegiatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H dan syukuran keluarga besar IKANAS Sumut yang digelar di De’ Nasti Cafe, Deli Serdang, Jumat (18/9/2026). (pelitaharian.id/Foto: Ist)

Ceramah Maulid: Akhlak dan Lisan Jadi Perhatian

Dalam tausiah, Ustadz Amir Saleh Nasution mengingatkan jemaah bahwa keteladanan Rasulullah SAW dapat diterapkan melalui perilaku sehari-hari.

Ia mengutip Surah Al-Ahzab ayat 21 mengenai Rasulullah SAW sebagai suri teladan bagi orang-orang yang mengharap rahmat Allah dan hari akhir.

Menurut Ustadz Amir, kesempurnaan fisik seharusnya berjalan bersama dengan kemuliaan akhlak.

“Kalau kau lihat tubuhmu sempurna, wajahmu bagus, maka jagalah kesempurnaan tubuhmu dan kebagusan wajahmu dengan kebaikan akhlakmu,” ujar Ustadz Amir.

Dalam ceramahnya, ia juga menyampaikan kisah Anas bin Malik yang disebut pernah tinggal bersama Rasulullah SAW selama sekitar 10 tahun.

Dari kisah tersebut, Ustadz Amir menyoroti cara Rasulullah SAW berkomunikasi dengan lembut dan tidak memperlakukan orang lain secara kasar.

“Wahai saudaraku, kalau dia berbicara kepadaku, dia akan berkata, ‘Anas, mana pekerjaanmu yang bisa aku tolong? Anas, mana pekerjaanmu yang bisa aku bantu?’” tutur Ustadz Amir.

Ia juga mengangkat kisah mengenai seorang sahabat yang mengalami batal wudu setelah mengeluarkan angin di tengah majelis. Rasulullah SAW, dalam kisah yang disampaikan, tidak menunjuk atau mempermalukan orang tersebut.

“Di sinilah kesantunan dan kelembutan Nabi. Kalau Nabi lakukan itu, sahabat yang buang angin pasti malu dan rendah diri. Tetapi Nabi tidak melakukan itu,” jelasnya.

Cek Kesehatan Gratis Pemko Medan