Ceramah Maulid: Akhlak dan Lisan Jadi Perhatian
Dalam tausiah, Ustadz Amir Saleh Nasution mengingatkan jemaah bahwa keteladanan Rasulullah SAW dapat diterapkan melalui perilaku sehari-hari.
Ia mengutip Surah Al-Ahzab ayat 21 mengenai Rasulullah SAW sebagai suri teladan bagi orang-orang yang mengharap rahmat Allah dan hari akhir.
Menurut Ustadz Amir, kesempurnaan fisik seharusnya berjalan bersama dengan kemuliaan akhlak.
“Kalau kau lihat tubuhmu sempurna, wajahmu bagus, maka jagalah kesempurnaan tubuhmu dan kebagusan wajahmu dengan kebaikan akhlakmu,” ujar Ustadz Amir.
Dalam ceramahnya, ia juga menyampaikan kisah Anas bin Malik yang disebut pernah tinggal bersama Rasulullah SAW selama sekitar 10 tahun.
Dari kisah tersebut, Ustadz Amir menyoroti cara Rasulullah SAW berkomunikasi dengan lembut dan tidak memperlakukan orang lain secara kasar.
“Wahai saudaraku, kalau dia berbicara kepadaku, dia akan berkata, ‘Anas, mana pekerjaanmu yang bisa aku tolong? Anas, mana pekerjaanmu yang bisa aku bantu?’” tutur Ustadz Amir.
Ia juga mengangkat kisah mengenai seorang sahabat yang mengalami batal wudu setelah mengeluarkan angin di tengah majelis. Rasulullah SAW, dalam kisah yang disampaikan, tidak menunjuk atau mempermalukan orang tersebut.
“Di sinilah kesantunan dan kelembutan Nabi. Kalau Nabi lakukan itu, sahabat yang buang angin pasti malu dan rendah diri. Tetapi Nabi tidak melakukan itu,” jelasnya.












