Ia menjelaskan, keterlibatan komunitas Overlanding Indonesia dan Spartan Spiritual Riding menjadi bagian dari kolaborasi lintas sektor yang mampu mempercepat penanganan infrastruktur di wilayah terpencil dan rawan bencana.
Secara tidak langsung, Arif menilai sinergi antara pemerintah dan komunitas menjadi kunci penting dalam menghadirkan solusi cepat bagi masyarakat yang terdampak keterbatasan akses.
“Pemerintah berharap jembatan perintis ini dapat segera dimanfaatkan oleh warga, sembari menunggu pembangunan infrastruktur permanen di Desa Sidup dan wilayah sekitarnya,” sebutnya.
Kepala Staf Khusus Kemenko IPK itu juga menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk nyata kepedulian negara bersama elemen masyarakat dalam menjaga konektivitas wilayah, keselamatan warga, serta mendorong pemulihan ekonomi pascabencana.
“Pembangunan jembatan perintis ini menunjukkan sinergi antara pemerintah dan komunitas sebagai model percepatan pembangunan kewilayahan, khususnya di daerah terpencil dan wilayah terdampak bencana,” pungkas Arif Rachman.












