Ia juga menyinggung perlunya dukungan pemerintah pusat untuk memperbaiki infrastruktur Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) dan mendorong realisasi satu data Indonesia. “Kami berharap dana alokasi khusus (DAK) dan bantuan lain dari pusat dapat disalurkan lebih optimal untuk kabupaten/kota di Sumut,” harapnya.
Selain itu, Ilyas menyoroti maraknya judi online yang berdampak buruk terhadap berbagai aspek kehidupan masyarakat. “Kami berharap DPR RI melalui Komisi I bisa mendorong Komdigi untuk tidak hanya men-takedown situs judi online, tetapi juga memblokir pasar mereka,” tegas Ilyas.
Menanggapi hal tersebut, Trinovi Khairani Sitorus menyatakan komitmennya untuk memperjuangkan aspirasi Diskominfo Sumut di tingkat pusat. “Masalah komunikasi ini sangat penting. Apalagi semua sistem pemerintahan saat ini harus terintegrasi dari pusat hingga daerah. Kami akan mencoba memperjuangkan ini dalam rapat kerja mendatang,” ungkap politisi Partai Golkar tersebut.
Sementara itu, Wakil Bupati Terpilih Nias Utara Yusman Zega mengungkapkan bahwa wilayahnya masih memiliki 42 titik blankspot meskipun tower telekomunikasi telah dibangun. “Sekitar 85% masyarakat di sini menggunakan handphone, tapi masih harus berkumpul di jembatan untuk mencari sinyal. Kami sangat berharap bantuan dari pusat untuk mengatasi masalah ini,” tuturnya penuh harap.












